Ana

Selasa, 28 April 2015

Ikut Seminar Tentang Hamil dan Menyusui




            Beberapa hari yang lalu, saya mengikuti seminar kesehatan tentang ibu hamil dan menyusui. Saya mengikutinya dengan tujuan untuk menambah pengetahuan saja. Kalau secara logika, sepertinya saya tidak akan mungkin hamil dan menyusui dalam waktu dekat ini. Wong, punya suami aja belum.


Proses Menjadi Manusia

            Saya hadir tepat ketika seminar itu mau dimulai. Tak lama setelah duduk, diputarlah film pembukaan tentang terjadinya manusia di dalam rahim. Proses itu diawali dengan sperma yang berlomba menuju tuba fallopi. Dilanjutkan dengan pembuahan, embrio yang tumbuh dan mengakar, pertumbuhan di dalam plasenta, sampai siap dilahirkan. Yang paling berkesan bagi saya adalah hari 22. Pada hari ke-22, ternyata jantung bayi sudah mulai berdetak. Kehidupan baru telah dimulai.


            Setiap perempuan normal memiliki 2 ovarium. Kedua ovarium ini menghasilkan sel telur sebanyak kurang lebih 400.000 selama hidupnya. Bila sel telur tidak dibuahi, maka akan keluar sebagai darah haid. Bila dibuahi, akan berlanjut menjadi janin seperti yang ada di film. Proses keluarnya sel telur ini dimulai ketika remaja, dan berakhir ketika setengah baya menjelang tua. Masa kehamilan terbaik bagi seorang perempuan adalah di usia 20 sampai 35 tahun. Di luar itu, akan ada risiko yang lebih besar bagi ibu dan bayinya.


Nutrisi Ibu Hamil

            Dalam masa pertumbuhan, janin memerlukan banyak nutrisi. Nutrisi itu tentu saja diambil dari ibunya. Ibu mendapatkan dari asupan makanannya. Bila makanan sehari-hari tidak mencukupi, sang ibu perlu suplemen tambahan. Nah, inilah bagian terpenting yang ingin saya pelajari.

Beberapa nutrisi vital yang diperlukan untuk pertumbuhan bayi dalam kandungan adalah vitamin B kompleks, serat, folic acid, omega 3, protein, vitamin C, iron, calcium, selenium, zinc dan antioksidan.

Selain memakan bahan makanan yang mengandung nutrisi itu, para ibu hamil juga harus menjaga dirinya. Yang menjadi catatan khusus adalah agar ibu-ibu menghentikan kebiasaan merokok dan minum kopi ketika sedang hamil. Kebiasaan ini sangat mengganggu pertumbuhan janin dan bisa mengakibatkan bayi cacat.


Hampir Selalu Lemas Ketika Membahas yang “Itu”

            Entah mengapa, saya selalu merasa agak ngilu kalau melihat proses reproduksi manusia. Apalagi kalau ternyata janinnya tidak berhasil selamat. Bertahun-tahun yang lalu, ketika masih SMA, saya pernah mau pingsan di kelas pendidikan seks. Di kelas itu, ditunjukkan pula proses reproduksi yang dilanjutkan dengan proses aborsi. Filmnya menyeramkan dan membuat saya nyaris pingsan. Saya sampai dibawa ke ruang UKS karena keringat dingin sudah mengucur deras dan pandangan saya berubah menjadi gelap. Hmmm…mungkin film itu memang dibuat menyeramkan supaya para siswa ketakutan dan berpikir ribuan kali sebelum melakukan perbuatan yang bisa mengakibatkan kehamilan.

            Rasa ngilu dan lemas itu pula yang saya alami ketika menonton film di seminar itu. Figur bayi lucu yang berenang di dalam ketuban itu cukup membuat saya terhibur, namun itu tidak menghentikan rasa lemas yang makin terasa. Saya agak panik ketika lampu dimatikan. Rasanya mata saya juga menjadi gelap, seperti tanda-tandan mau pingsan. Secara logika, saya tahu pasti tujuannya supaya film yang ditayangkan di layar bisa terlihat lebih jelas.

            Setelah film berakhir, dokter muda yang membawakan seminar masih membahas tentang hal itu. Tentang kehamilan tepatnya. Ada hamil yang normal, bayi bertumbuh sempurna di dalam rahim ibunya. Ada hamil anggur, di mana sel-sel membelah tanpa henti dan tidak terjadi diferensiasi. Ada juga hamil di luar kandungan. Topik ini membuat saya mulas dan lemas. Akhirnya saya keluar membeli air minum dan sejenak melarikan diri.

            Ketika kembali ke tempat duduk, topik bahasannya masih yang itu. Yeah, sebenarnya agak kurang realistis kalau mengharapkan yang lain. Dari judul seminarnya aja sudah tentang kehamilan dan menyusui. Pasti banget yang akan dibahas tentang kehamilan. Saat itu saya merasa sebagai orang yang kurang kerjaan.

            Mata saya menjadi agak berkunang-kunang ketika membicarakan kanker serviks. Ini bukan topik yang saya sukai, dan termasuk dalam topik yang membuat saya lemas. Sesekali saya minum untuk menenangkan diri. Kali ini saya berhasil bertahan dan tidak keluar ruangan lagi.


Menyusui

            Setelah lahir, makanan utama dan terbaik bagi bayi adalah ASI. Air susu ibu konon kabarnya memang diciptakan untuk memenuhi kebutuhan bayi. Air susu ini yang keluarnya dari payudara ini diyakini cukup untuk pertumbuhan dan kesehatan bayi. Untuk sampai dalam batas “cukup”, tentu saja ibunya harus mendapatkan asupan makanan yang cukup.

            Menyusui bayi ternyata ada trendnya juga. Saya juga baru tahu di seminar ini kalau ada trend menyusui. Ada kalanya menyusui dianggap sebagai tindakan terbaik. Pernah juga ada trend memberikan susu formula kepada bayi. Beberapa tahun terakhir ini yang sedang ngetrend adalah menyusui bayi secara eksklusif selama 6 bulan. Setelah itu, bayi diberikan makanan pendamping ASI sampai usia 2 tahun. Kampanye menyusui bayi digalakkan di seluruh dunia. Saya bahkan pernah melihat ada lomba menyusui eksklusif.


            Saat ini, umumnya ibu-ibu berniat untuk menyusui anaknya sendiri. Namun, ada beberapa ibu yang air susunya tidak banyak. Nah, untuk yang ini harus dikenali dulu penyebabnya sebelum dicari solusinya. Beberapa penyebab yang sering terjadi adalah operasi payudara yang dilakukan sebelumnya, stres atau kurang siap untuk melahirkan, memakai alat kontrasepsi, kondisi biologis atau fisik, anatomi pada bayi (misal: bibir sumbing), dan juga jadwal menyusui yang tidak teratur.

            Ibu saya juga mengalami masalah air susu yang keluarnya tidak banyak. Penyebabnya adalah karena makan nangka ketika bulan puasa. Solusinya? Saya dititipkan pada adiknya Mamah yang saat itu juga baru melahirkan anaknya. Saya numpang nenen kepada tante saya yang juga saya panggil dengan sebutan Mamah. Saya dan sepupu saya adalah saudara sesusu.

            Selain yang saya tuangkan di sini, ada banyak pelajaran lain yang saya dapatkan dari seminar itu. Pelajaran itu akan saya tuliskan apabila saya sudah melihat catatan yang saya buat atau sudah membuktikannya sendiri. {ST}

Popular Posts

Isi blog ini