Ana

Jumat, 06 Maret 2015

Lion Air dan Reputasi Tukang Telatnya




            Mamah mengabarkan akan datang ke Jakarta di hari Jumat ini, tanggal 5 Maret 2015. Dia mengabarkan kalau akan menggunakan maskapai Lion Air, maskapai penerbangan dengan reputasi tukang terlambat itu. Saya agak kaget juga dengan pilihannya ini. Rupanya Mamah memilih penerbangan ini karena biayanya jauh lebih murah dibandingkan dengan maskapai lainnya. Keluarga kami memang harus berhemat akhir-akhir ini untuk menyiasati biaay hidup yang makin tinggi.
            Beberapa waktu yang lalu, operasional Lion Air yang terlambat itu membuat susah banyak orang. Keterlambatan penerbangan itu tanpa kabar pasti. Calon penumpangnya terdampar berjam-jam di bandara tanpa tahu harus berbuat apa dan tidak tahu ke mana harus mengadu.
            Keterlambatan penerbangan itu kabarnya berimbas pada banyak orang. Mulai dari penumpangnya yang terlantar, sampai pada urusan lainnya yang berkaitan dengan calon penumpang itu. Keterlambatan tanpa kabar itu juga telah membangkitkan emosi penumpang bahkan pegawai Lion Air. Kericuhan terjadi tanpa ada solusi.
            Dengan reputasi sebagai tukang terlambat dan tidak mengutamakan pelayanan pelanggan, saya agak khawatir ketika mendengar Mamah akan menggunakan penerbangan dari maskapai ini. Mamah saat ini usianya sudah tidak muda lagi. Itu masih ditambah dengan diabetes yang ada di tubuhnya. Kondisi ini membuatnya lebih cepat lelah dan harus ekstra menjaga tubuhnya. Mamah harus makan tepat waktu supaya tubuhnya tidak lemas karena gula darahnya menurun.
            Kami, anak-anak Mamah agak cemas ketika mendengar Mamah akan terbang dengan Lion Air. Apalagi kami tahu kalau dia pergi sendiri saja, tidak bersama dengan orang lain yang dikenal. Kami bersaudara tak henti-hentinya menanyakan kabar Mamah.
            Sore harinya, ketika jadwal resmi kedatangan Lion Air di Jakarta, saya mengirimkan BBM ke Mamah. Awalnya saya berniat mau menelpon namun tidak jadi. Prasangka buruk atas maskapai penerbangan itu membuat saya memiliki dugaan kuat kalau Mamah belum mendarat di Jakarta. Ternyata tak lama kemudian Mamah membalas BBM itu. Dia sudah berada di taksi dan sedang dalam perjalanan menuju pulang. Kami semua lega ketika mendengar kabar itu. {ST}

Popular Posts

Isi blog ini