Ana

Senin, 16 Maret 2015

Kagok Naik KRL




            Saya jarang naik KRL. Selain karena memiliki Mocil yang setia, saya jarang mengunjungi daerah yang harus diakses dengan menggunakan KRL. Tak heran kalau saya tidak familiar dengan tata cara dan kebiasaan ber-KRL.

            Suatu kali, saya harus ke daerah Depok. Saya dan seorang teman menggunakan KRL untuk menuju ke sana. KRL adalah salah satu akses tercepat dan termurah menuju Depok. Karena itulah, kami memilih menggunakan moda transportasi ini dari pada yang lain.

            Ketika sampai di stasiun, saya menggunakan kartu flazz yang saya miliki untuk masuk ke dalam stasiun. Saya menunggu beberapa saat namun tanda petunjuk di pintu palang tidak kunjung berubah menjadi hijau. Saya tidak bisa masuk.

            “Ini harus diaktivasi dulu,” kata seorang petugas yang datang menghampiri saya.

            “Hah? Aktivasi bagaimana?” tanya saya dengan bingung.

            Situasi kagok itu segera berakhir ketika teman saya menyodorkan kartu flazz miliknya. Kartu berwarna biru itu berhasil menyelamatkan saya dengan membuka akses pintu palang. Kartu flazz itu kemudian dipinjamkan ke saya untuk perjalanan pulangnya.

            Kekagokan berikutnya ketika keluar dari stasiun. Saya tidak tahu kalau kartu yang saya gunakan untuk masuk harus ditap saat keluar. Saya main nyelonong aja mau membuka pintu palang. Pintu palang itu tidak bisa dilewati.

            Saya sangat bersyukur saat itu pergi bersama seorang teman. Dialah orang yang memberi tahu saya untuk tap kartu saat keluar. Kalau tidak ada dia mungkin saya akan terlihat seperti orang yang sedang merusak pintu palang stasiun. {ST}

Popular Posts

Isi blog ini