Ana

Kamis, 05 Maret 2015

Dapur Kayu




            Memiliki dapur kayu adalah salah satu impian ibu saya bila memiliki rumah sendiri. Impiannya ini sudah tercapai. Mamah memiliki dapur kayu di rumahnya di Palangkarya. Dapur kayu ini bukanlah dapur yang terbuat dari kayu, tapi dapur dengan bahan bakar kayu. Kayu bakar tepatnya.
            Memasak dengan kayu bakar sebenarnya jauh lebih kuno dibandingkan dengan cara memasak yang digunakan sekarang. Sekarang, dapur-dapur kebanyakan orang menggunakan kompor gas. Kompor minyak tanah juga sudah mulai tergusur. Penggusuran itu bahkan didukung juga dengan kebijakan pemerintah.
            Memasak menggunakan kayu konon kabarnya akan menghasilkan makanan yang lebih enak. Entah ini hanya sugesti atau memang fakta, yang jelas menurut pantauan lidah saya makanan yang dimasak dengan kayu memang rasanya lebih enak.
            Kayu yang digunakan sebagai bahan bakar akan berubah menjadi abu. Ini adalah salah satu yang cukup merepotkan. Abu yang kering akan terbang bila terkena sentuhan. Abu kadang-kadang juga bersama dengan jelaga berwarna hitam. Jelaga ini kalau menempel di kulit, agak susah dibersihkan.
            Dapur kayu juga menghasilkan asap yang lebih banyak dibandingkan dengan kompor gas. Asapnya terbang mengikuti arah angin. Agak merepotkan kalau anginnya bertiup ke arah jemuran. Pakaian yang dijemur juga menjadi bau asap.
            Salah satu kelebihan lain memasak dengan bahan bakar kayu adalah panasnya api. Api yang dihasilkan lebih panas dibandingkan dengan kompor gas atau listrik. Air atau kuah masakan lebih cepat mendidih. Hasilnya juga lebih panas. Kompor kayu ini cocok untuk memasak daging-daging alot supaya empuk. {ST}

Popular Posts

Isi blog ini