Ana

Selasa, 24 Februari 2015

Patung Berhala Berwujud Manusia (?)




            Baru saja saya membaca berita tentang tuntutan warga yang menuntut untuk membongkar patung. Patung itu dianggap berhala karena berwujud manusia. Wujudnya yang seperti manusia sempurna dianggap melanggar ajaran tertentu.
            Saya membaca berita ini karena saya penasaran, apa yang sebenarnya dianggap sebagai berhala itu. Setahu saya, berhala adalah sesuatu yang disembah. Nah, kalau patung ini tidak disembah, apakah bisa dikatakan sebagai berhala?
            Saya memang tidak berniat menjalani ajaran yang melarang pembuatan patung berbentuk manusia itu. Saya juga tidak keberatan bila ada yang menganggapnya berhala. Yang menjadi perhatian saya, mengapa mereka membuang waktu dan tenaga untuk mengurusi “berhala” yang belum tentu akan ada yang menyembahnya itu? Mengapa tidak mengurusi manusiamanusia yang menyembah uang dan maksiat yang sudah ketahuan bermukim di sekitar tempat itu? 
            Sebagai seorang pengagum seni rupa, saya prihatin kalau sikap seperti ini dibiarkan saja. Tidak semua orang di republik ini menganut ajaran yang sama. Kalau dibiarkan saja, akan banyak pihak yang akan disalahkan karena membuat patung berwujud manusia. Patung para jenderal di Lubang Buaya kemungkinan juga akan mengalami nasib yang sama. {ST}

Popular Posts

Isi blog ini