Ana

Kamis, 12 Februari 2015

Anak Tentara dan Gambar Senjata




            Kantor redaksi majalah anak tempat saya numpang berkarya sering kedatangan tamu. Tamu yang paling sering datang adalah anak-anak sekolah. Mereka datang untuk kunjungan atau belajar membuat majalah. Biasanya, kalau urusan belajar membaut majalah, kakak-kakak redaksi harus turun tangan. Saya juga cukup sering bertugas mendampingi adik-adik yang belajar membaut majalah.

            Anak-anak yang belajar membuat majalah biasanya diberikan booklet dari kertas putih yang harus mereka isi menjadi majalah. Mereka boleh mengisinya dengan menggambar, menulis, atau menempel gambar yang diambil dari majalah beneran.

            Kebanyakan anak memilih untuk menempel gambar yang digunting dari majalah. Kategori kedua adalah menggambarnya sendiri. Anak-anak yang menggambar sendiri majalahnya ini kebanyakan memang anak yang gemar menggambar.

            Suatu kali, ketika mendampingi anak-anak, saya melihat seorang anak yang menggambar senapan di sampul majalahnya. Senapan itu berlaras panjang, berwarna hitam dan terlihat beberapa detailnya. Saya kaget melihat gambar ini. Kaget karena anak sekecil ini sudah berminat pada senapan. Kaget karena anak ini menggambar dengan sangat detail. Itu adalah sebuah kelebihan bisa dibandingkan dengan gambar anak-anak di sebelahnya yang menggambar gunung + sawah.

            Setelah menggambar senapan, anak ini menggambar bentuk elips. Saya yang sedang memperhatikannya kemudian bertanya, apa yang sedang digambarnya.

            “Nanti liat aja sendiri,” jawab anak bertubuh kurus tinggi itu.

            Saya pun dengan sabar menanti hasil karyanya. Bentuk elips itu lama-lama menjelma menjadi…panser. Sekali lagi saya kaget. Kekagetan yang sama seperti melihat senapan di halaman depan itu.

            “Nama majalahnya apa?” tanya saya sambil menunjuk bagian atas sampul depan.

            Anak itu pun menggerakkan spidol hitamnya ke tempat yang saya tunjuk. Di tempat itu dia menuliskan “TNI”. Majalah anak itu bernama TNI saudara-saudara.

            “Bapakmu  tentara, ya?” tanya saya berbasa-basi.

            Anak itu mengangguk membenarkan. Pertanyaan itu memang basa-basi, kok. Dari hasil karyanya, sudah ketahuan kalau anak ini mendapat pengaruh sangat besar dari anggota TNI. Kemungkinan besar orang itu adalah orang tuanya. {ST}

Popular Posts

Isi blog ini