Ana

Jumat, 09 Januari 2015

Telur Asin Busuk




            Sehari sebelum berangkat ke Palangkaraya, saya membeli telur asin di supermarket dekat rumah. Telur asin itu rencananya untuk sarapan keesokan harinya. Rencananya, saya akan berangkat jam 5 pagi dari rumah. Biasanya, pada jam segitu sarapan belum tersaji. Saya harus menyiapkannya sendiri. Telur asinlah yang menjadi pilihan saya sebagai lauk untuk menemani nasi.
            Esoknya, saya terbangun terburu-buru dan menyiapkan semua barang bawaan saya. Rasa lapar yang tak kunjung datang membuat saya tidak lagi mengingat yang namanya sarapan. Saya juga tidak ingat lagi dengan telur asin itu. Apalagi taksi yang saya pesan untuk mengantar saya ke bandara sudah datang.
            Telur asin itu kembali memasuki kehidupan saya lagi ketika saya tiba di Jakarta. Saya melihat telur itu masih berada di kamar saya, tepatnya di meja dandan saya. Aromanya yang busuk tercium keluar. Saya segera memindahkan telur itu. Niatnya mau membuangnya ke tempat sampah. Ketika memindahkannya, cairan busuk dari dalam telur mengalir keluar ke tangan saya. Cairan busuk itu juga mengenai baju saya yang berwarna putih. Bau busuknya makin menguar sampai eneg rasanya. Bah!
            Saya segera mencuci tangan saya berkali-kali. Saya juga segera melepas pakaian yang sudah terkena cairan berbau busuk itu. Setelah itu, telur-telur busuk itu saya masukkan ke dalam kantong plastik dengan hati-hati. Kantong itu saya ikat erat-erat dengan harapan bau busuknya tidak keluar. Namun usaha saya ini nampaknya tidak berhasil.
            Bau telur busuk itu keluar sampai di luar kamar saya. Dari tangga yang menghubungkan lantai 1 dan lantai 2 ruamh kami sudah tercim bau busuknya. Bau busuk itu bahkan tidak hilang ketika telur busuknya sudah dipindahkan ke luar rumah. Bau busuk itu juga masih bertahan cukup lama di kamar saya.
            Lantai kamar saya, yang tertumpah cairan telur busuk langsung saya bersihkan dengan cairan pembunuh kuman berbau segar. Hasilnya? Bau busuk berkurang namun tak kunjung hilang. Saya yang sudah kelelahan karena terjaga dari pagi hari akhirnya menyerah. Saya tetap tidur lelap di kamar yang tercemar bau telur busuk itu. {ST}

Popular Posts

Isi blog ini