Ana

Minggu, 25 Januari 2015

Palangkaraya yang Sejuk (?)




            Keponakan saya, si Azarel, sangat terkesan dengan acara pulang kampungnya ketika merayakan Natal di Palangkaraya. Dikabarkan kalau dia sering bercerita tentang Palangkaraya pada orang-orang yang ditemuinya, entah itu teman sebaya atau juga orang yang lebih tua.
            Cerita tentang cerita itu akhirnya sampai juga ke saya, tantenya yang berbeda kota tempat tinggal dengan Azarel. Saya sehari-hari tinggal di Jakarta. Azarel tinggal di Jogja. Cerita yang sampai ke saya itu cukup unik. Cerita tentang kesan Azarel pada kota tempat tinggal kakek dan neneknya itu.
            Menurut Azarel, Palangkaraya adalah kota yang sejuk. Azarel katanya kangen dengan kota Palangkaraya yang sejuk itu. Sejuk? Hmmm…ini dia uniknya. Sejak kapan Palangkaraya sejuk? Kota ini selalu terasa panas terik bagi saya. Ketika hujan pun akan terasa gerah karena lembab.
            Kalau saya pikir-pikir, mungkin Azarel merasa kota itu sejuk karena dia jarang bertemu dengan teriknya sinar matahari ketika berada di sana. Azarel tinggal di hotel yang tentu saja menggunakan penyejuk udara. Azarel bepergian dengan menggunakan mobil yang lagi-lagi menggunakan penyejuk udara. Musim hujan di bulan Desember membuat cuaca menjadi lebih sejuk. Pohon-pohon di sekitar tempat tinggal kami  juga menambah kesejukan kota Palangkaraya. Palangkaraya yang sejuk? Ternyata itu bukanlah sesuatu yang mustahil. {ST}

Popular Posts

Isi blog ini