Ana

Rabu, 07 Januari 2015

Nyetir Sendiri Ke Tangkiling




            Tangkiling adalah sebuah desa kecil berbukit kecil yang tak jauh dari Palangkaraya. Jaraknya hanya sekitar 30-an km dari ibu kota Kalimantan Tengah itu. Tidak dekat tapi juga tidak terlalu jauh. Untuk ukuran orang yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya, jarak 30 km bisa digolongkan dekat.
            Ketika saya kecil dulu, keluarga kami sering ke Tangkiling. Keluarga kami, tepatnya kakek saya, memiliki kebun di kaki Bukit Tangkiling. Kebun itu kemudian berkembang menjadi kolam ikan dan juga peternakan ayam. Kebun inilah yang sering menjadi tempat liburan akhir pekan kami. Banyak sekali kenangan dan cerita di Tangkiling.
            Tangkiling yang saya ingat, letaknya cukup jauh dari rumah kami. Ketika berkendara ke sana, kadang-kadang kami harus menepi sejenak karena ada yang mau pipis. Tangkiling semacam bagian dari luar kota.
            Ketika mudik ke Palangkaraya akhir tahun 2014, saya ke Tangkiling lagi. Kali ini saya menyetir sendiri. Perjalanan ke sana tidak terlalu lama. Waktu tempuhnya tidak lebih dari waktu tempuh saya ke kantor di hari kerja. Tangkiling ternyata enggak jauh-jauh amat. Perjalanan singkat itu membuat saya jadi teringat pada masa kecil dulu.
            Tangkiling yang sekarang saya lihat banyak bedanya dibandingkan dengan yang dulu. Kebun yang dulu sering kami datangi sekarang kondisinya kurang terawat. Banyak sudut yang terlihat seperti “tempat misterius”. Semak-semak bertumbuhan. Sungai tempat kami sering berenang terlihat lebih kecil dan dangkal. Walaupun demikian, saya masih mengenal bentuk dan tempat yang dulu sering menjadi tempat saya bermain itu. Tempat ini masih terlihat menyenangkan bagi saya. Suatu saat nanti, saya akan kembali lagi ke sana. {ST}

Popular Posts

Isi blog ini