Ana

Sabtu, 03 Januari 2015

Ke Pasar Saat Mudik Akhir Tahun 2014




            Pergi ke pasar adalah kegiatan yang cukup sering saya lakukan dalam perjalan mudik saya di akhir tahun 2014. Beberapa kali saya pergi bersama Papah, seorang pria yang gemar pergi ke pasar tradisional. Dalam sehari, saya pernah pergi ke 3 pasar demi mencari keperluan menjelang Natal.
            Ketika kecil, saya tidak suka pergi ke pasar. Selain karena becek dan tidak menarik, saya juga keberatan bila diminta membawa belanjaan yang berat. Keberatan dalam arti yang sebenarnya, lo. Barang belanjaan orang tua saya biasanya melebihi kapasitas kedua tangan mereka, jadi terpaksa harus dibagikan kepada anak kecil yang sedang ikut ke pasar.
            Saya menjadi tertarik pergi ke pasar tradisional ketika sudah dewasa, ketika saya bekerja di sebuah perusahaan retail raksasa. Perusahaan ini memiliki banyak toko dan pasar modern swalayan. Pembeli mengambil barangnya sendiri untuk dibawa ke kasir. Tidak ada tawar-menawar karena harganya sudah tetap.
Setelah bertahun-tahun di dunia retail modern, saya menjadi sanagt mengenal layout tokonya, termasuk toko-toko kompetitor. Layoutnya biasanya mirip. Walaupun berbeda, tetap mengikuti konsep yang sama. Konsep yang langsung saya kenali ketika menginjakkan kaki di toko-toko itu. Seragam dan membosankan.
Beda halnya dengan pasar tradisional yang penuh dinamika. Selain pajangannya yang menurut saya lebih alami dan indah, di pasar tradisional juga ada proses tawar-menawar barang. Saya suka menawar barang. Hidup lebih seru rasanya dengan menawar harga barang hehehe...
Pergi ke pasar ketika mudik akhir tahun 2014 ini adalah hiburan bagi saya. Saya memotret cukup banyak di pasar-pasar yang saya kunjungi ini. Saya akan membagikannya di blog ini. {ST}

Popular Posts

Isi blog ini