Ana

Selasa, 27 Januari 2015

Juragan Kura-Kura




            Di pasar dekat rumah kami di Palangkaraya, ada orang yang khusus berjualan kura-kura, labi-labi, bejuku, dll sejenisnya. Saya menjulukinya sebagai juragan kura-kura. Dia menjualnya di emperan depan rumahnya yang dijadikan sebagai tempat pajang. Kura-kura ini ditempatkan di ember, baskom dan jaring.

            Kura-kura ini dijual sebagai bahan pangan. Yap benar! Kura-kura ini dijual untuk dimakan. Nasibnya sama seperti ikan-ikan yang mampir ke pasar itu. Nasibnya ini membuat saya, seorang penggemar kura-kura, menjadi sedih dan prihatin.

            Ibu saya, yang juga penggemar kura-kura, juga merasakan keprihatinan yang sama. Dia berkali-kali membeli kura-kura yang dijual oleh sang juragan kura-kura itu. Dia membelinya untuk dipelihara di rumah. Saat ini di rumah kami ada 11 ekor kura-kura.

            Suatu kali, ketika saya berkunjung ke pasar itu, saya menyaksikan pembantaian kura-kura. Kura-kura berukuran besar itu dipotong dengan pisau besar dan dikeluarkan dari cangkangnya. Setelah itu, dagingnya dipotong menjadi kecil-kecil. Saya sangat ngeri melihatnya.

            “Ini makanan enak!” kata sang juragan sambil tertawa ketika melihat saya memalingkan wajah.

            Pemandangan itu agak mengganggu buat saya. Saya memotret sisa-sisa cangkang kura-kura itu dan mengunggahnya ke Facebook dengan caption betapa tidak berperikekura-kuraannya perbuatan itu. Tak disangka, foto ini mengundang komentar dari beberapa teman. Ada juga komentar yang berpotensi membuat perdebatan tidak penting. Akhirnya, foto ini saya tarik dari peredaran karena saya tidak mau timeline saya berisi perdebatan tidak penting.

            Kembali kepada juragan kura-kura. Kabarnya dia telah menjalani bisnis ini bertahun-tahun. Penghasilannya cukup untuk hidup dan menyekolahkan anaknya. Saat itu saya mengangguk-angguk mendengarkan ceritanya. Dalam hati saya berdoa, semoga dia bisa mendapatkan penghasilan dari bisnis lain, bukan berjualan kura-kura lagi. {ST}

Popular Posts

Isi blog ini