Ana

Minggu, 11 Januari 2015

Ibu Muda Beranak Dua




            Beberapa hari ini saya terpaksa bepergian menggunakan kendaraan umum. Mobil kecil kesayangan saya sedang kurang sehat. Akinya suak karena saya tinggal mudik terlalu lama. Mocil terpaksa dirawat inap di bengkel untuk mengecek keadaannya.
            Menggunakan kendaraan umum tentunya akan bertemu banyak orang yang tidak kita kenal. Kadang-kadang saya mengamati orang-orang di sekitar saya. Mulai dari gaya dandannya, bentuk tubuh, model rambut, atau kegiatannya ketika berada di kendaraan umum.
            Suatu sore di dalam bus transjakarta, saya bertemu dengan seorang ibu muda dengan 2 anak kecil. Kedua anak itu masih balita. Anak pertamanya, seorang anak perempuan lucu, usianya paling-paling baru 3 tahun. Adik laki-lakinya yang masih bayi berada dalam gendongan ibunya. Kedua anak ini menempel terus pada ibunya. Mereka tampaknya sangat senang menaiki bus gandeng itu.
            Ibu itu masih muda. Dari wajahnya, terlihat dia masih sangat muda. Sepertinya jauh  lebih muda dari saya. Mungkin dia memang berwajah imut (seperti yang punya blog ini), atau mungkin juga dia melahirkan anak-anaknya tak lama setelah meninggalkan masa remaja. Wajahnya terlihat lelah. Kelelahan itu makin terlihat ketika dia bersandar di kursi.
            Dalam perjalanan singkat itu, sang ibu harus meladeni anaknya yang bolak-balik bertanya dan meminta sesuatu. Itu baru anaknya yang pertama. Anaknya yang kedua juga meminta perhatian dengan menunjukkan kerewelannya. Bersandar dengan tenang hanya berlangsung sesaat. Sepertinya tidak lebih dari 5 menit.
            Saya sempat merasa kasihan melihatnya yang terlihat kewalahan mengurus kedua anak kecilnya. Apalagi kalau membayangkan dia mengurusnya di rumah, di waktu makan, atau ada yang ngompol. Tapi rasa-rasanya enggak tepat juga kalau merasa kasihan. Itu memang sudah tanggung jawab seorang ibu untuk mengasuh dan mengurusi anaknya. Itu sudah konsekuensi menjadi seorang ibu. {ST}

Popular Posts

Isi blog ini