Ana

Rabu, 31 Desember 2014

Serbuan Sesu di Pohon Rambutan




                Niat untuk menyajikan buah rambutan dari “pohon natal” agak terhalang oleh beberapa hal. Pertama karena tidak semua buah rambutan yang matang bisa diambil dengan mudah. Kedua karena banyaknya semut merah besar yang di daerah sini dikenal sebagai sesu.
                Sesu itu menyerang orang-orang yang mencoba mengambil rambutan di tempat yang buahnya rimbun. Sepertinya mereka bersarang tak jauh dari buah-buah itu. Orang-orang yang berpengalaman naik pohon pun banyak yang menyerah karena serbuan sesu ini.
                Gigitan sesu terasa perih dan gatal. Kadang agak panas. Bekas gigitannya tidak cepat hilang. Waktu saya kecil dulu, bekas gigitan sesu ini menimbulkan luka kecil-kecil yang menjadi koreng ketika kering. Koreng kecil ini kalau terkelupas akan membuat kulit berwarna lebih terang. Sekilas terlihat seperti panu. Hiii...
                Sampai menjelang tahun baru 2015, pohon rambutan di rumah kami masih banyak buahnya. Buah-buah rambutan itu bertahan di pohonnya bukan karena tidak ada peminat atau pemiliknya pelit, tapi karena para sesu menjaganya dengan gigih. {ST}

Popular Posts

Isi blog ini