Ana

Selasa, 28 Oktober 2014

Pengumuman Kabinet Kerja




                Setelah  hari menjabat sebagai presiden dan wakil presiden RI, akhirnya Pak Jokowi dan Pak JK mengumumkan kabinet yang akan mendukungnya. Kabinet ini terdiri dari 24 menteri, tidak jauh berbeda jumlahnya dari kabinet sebelumnya. Pengumuman ini didadakan hari Minggu sore, tanggal 26 Oktober 2014.
                Pengumuman ini mengundang banyak pendapat dari banyak kalangan. Banyak yang memuji, banyak juga yang mencela. Sepertinya lebih banyak yang mencela karena prosesnya lebih lama dibandingkan dengan pengumuman kabinet sebelumnya. Terutama karena diduga dalam penyusunannya terjadi tarik menarik antara banyak kepentingan. Bisa ditebaklah, partai politik pendukung pasti akan minta “jatah” menteri.
                Buat saya, pengumuman kali ini patut diacungi jempol, layak dipuji. Dari 14 hari waktu yang diberikan, hanya digunakan 6 hari untuk penyusunan final. Itu sudah termasuk hari libur tanggal merah. Proses ini setelah melalui proses penyelidikan oleh KPK dan PPATK. Kerja yang cukup cepat bila diukur dari kinerja badan pemerintahan yang memiliki image lemot. Jempol juga buat KPK. Enggak cuma sekedar wawancara, baca CV atau titipan.
                KPK memberikan tanda merah dan kuning untuk para calon menteri yang diduga terlibat korupsi. Tanda merah dan kuning statusnya hampir sama seperti kartu di permainan sepak bola. Merah untuk pelanggaran yang lebih berat. Kuning untuk pelanggaran berat. Daftar yang pertama kali diberikan, dikembalikan dengan 8 orang yang bertanda merah dan kuning. KPK merekomendasikan untuk tidak memilih orang-orang ini menjadi menteri.
                Pengumuman di Minggu sore itu dilakukan di halaman Istana Kepresidenan. Sepertinya lapangan itu terletak di dalam kompleks Istana Negara dan Istana Merdeka. Pada pengumuman ini, semua menteri hadir dan akan diperkenalkan. Mereka mengenakan pakaian kemeja putih dan celana panjang hitam. Ketika dipanggil, menteri ybs akan keluar dan mengambil tempat di kiri dan kanan Pak Jokowi dan JK.
                Saya sebenarnya tidak sengaja menonton acara ini di TV. Pengumuman menteri sebenarnya lebih saya nantikan beritany di koran. Penantian itu sudah terjadi sejak pelantikan presiden di hari Senin sebelumnya. Waktu itu, saya menghidupkan TV dan mencari tontonan sore sambil makan klapertart yang kami buat sehari sebelumnya. Acara pengumuman yang direncanakan pukul 16.00 WIB itu mundur 1 jam dengan alasan tak diketahui.
                Jeda 1 jam ini digunakan oleh presenter TV untuk mewawancarai para pengamat. Terus terang, saya tidak suka mendengarkan apa kata pengamat. Saya lebih suka mendengar apa kata pelaku. Dari semua pengamat yang berkomentar itu, enggak ada yang pernah jadi presiden ataupun menteri. Enggak ada yang berpengalaman sama sekali. Enggak ada yang pernah jadi pelaku. Dan itu alasan yang tepat untuk berjalan-jalan ke saluran lain. Sesekali, saya kembali ke saluran TV lokal supaya tidak ketinggalan berita pelantikan.
                Ketika akhirnya pengumuman dimulai, Pak Jokowi dan Pak JK muncul dengan didampingi istrinya. Ini juga rasanya tidak terjadi dalam pengumunan kabinet sebelumnya. Mengingatkan pada pelantikan penatua di gereja. Kedua perempuan itu mendampingi suaminya yang sedang mengumumkan kabinetnya.
                Pak Jokowi membacakan nama-nama menteri sambil memperkenalkan secara singkat siapa orang yang akan membantunya selama 5 tahun ke depan itu. Kabinet ini dinamakan Kabinet Kerja dengan tugas utama kerja, kerja, kerja. Beberapa komentar Pak Jokowi ada yang mengundang tawa para pengunjung. Kebanyakan menteri yang dipanggil melangkah dengan cepat, ada juga yang berlari. Yang berjalan pelan, rasanya hanya 1, seorang perempuan yang semoga tidak memalukan bangsa ini seperti ibunya yang ngambekan itu.
                Siapa sajakah para menteri itu? Kalau mau tahu, baca aja di koran atau media online. Enggak ada daftar menteri di blog ini. Cuma ada komentar seorang warga negara yang peduli pada negerinya yang sering salah urus ini.
                Semoga saja para menteri itu bisa bekerja dengan baik. Bisa juga bekerja sama dengan tim kabinet yang beraneka ragam. Semoga saja hasil kerja mereka bisa membuat bangsa ini sejahtera. Itu adalah pokok doa hari Minggu malam. {ST}

Popular Posts

Isi blog ini