Ana

Selasa, 21 Oktober 2014

Pelantikan Presiden ke-7




                Tanggal 20 Oktober 2014 adalah pelantikan presiden RI yang ke-7. Presiden terpilih, Joko Widodo, secara resmi mendapat mandat untuk menjadi kepala negara kita ini. Dengan didampingi oleh Bapak Jusuf Kalla, Pak Jokowi akan memimpin NKRI selama 5 tahun ke depan.
                Pelantikan dilakukan dalam sidang paripurna MPR yang dijadwalkan mulai jam 10.00 WIB. Hanya ada 1 agenda dalam sidang paripurna ini, yaitu pelantikan presiden dan wakil presiden. Setelah itu, presiden dan wakil presiden yang baru akan menuju ke Istana Merdeka. Kali ini, mantan presiden juga ada di Istana Merdeka. Mereka mau menyambut kedatangan presiden baru. Beberapa pihak menyatakan kalau niat ini sebenarnya menyalahi aturan tata negara. Dengan dilantiknya presiden baru, artinya Presiden SBY telah menjadi mantan presiden, yang tidak lagi berhak menganggap Istana Merdeka sebagai rumahnya.
                Pelantikan presiden tahun ini dihadiri oleh hampir seluruh anggota DPR. Hampir itu artinya belum semua. Masih ada yang tidak hadir. Semoga mereka tidak dapat hadir untuk aalsan yang dapat dipertanggunggjawabkan. Masa, sih, belum sebulan dilantik sudah ada yang membolos?
                Pelantikan juga dihadiri oleh seluruh ketua fraksi dari koalisi yang mana pun, para mantan presiden, tamu-tamu negara dan…mantan calon presiden. Pak Prabowo, yang menjadi lawan politik bagi presiden terpilih, hadir dalam pelantikan ini. Ini adalah suatu hal yang sangat melegakan banyak orang, termasuk saya.
Saya bukanlah seorang pengagum apalagi penggemar Pak Prabowo, namun pilihannya untuk datang dalam pelantikan ini adalah suatu hal yang layak dipuji. Walaupun banyak orang yang menganggap kedatangannya adalah pengakuan atas kekalahan, menurut saya kedatangannya justru tindakan seorang pemenang. Kedatangannya justru mencerminkan kalau dia lebih mementingkan kepentingan negaranya dari pada dirinya sendiri atau sekelompok orang (entah namanya partai, koalisi, koneksi, dll).
Suasana yang agak mengagumkan dan mengharukan ketika Pak Jokowi menyebut Pak Prabowo dengan sebutan “sahabat” dan kemudian Pak Prabowo berdiri. Entah pidato itu hanya sekedar basa-basi atau memang setulus hati, namun dampaknya cukup baik bagi rakyat negeri ini. Kelompok yang dulunya berseteru karena orang yang dikaguminya berseteru, sekarang semakin dekat, bahkan mungkin saja menjadi sahabat.
Pelantikan presiden dan wakil presiden ini berlangsung cukup singkat. Pelantikan berjalan lancar, tanpa interupsi, kelakuan khas DPR RI. Pelantikan juga tanpa disertai walk out, salah satu tren di DPR juga.
Berbeda dengan pelantikan-pelantikan presiden sebelumnya yang menurut saya berjalan sangat lama dan membosankan. Mungkin dulu-dulu saya juga tidak berminat memperhatikan pelantikan presiden. Pelantikan kali ini menimbulkan kelegaan, menimbulkan harapan. A new hope! {ST}

Popular Posts

Isi blog ini