Ana

Rabu, 08 Oktober 2014

Ketua MPR Baru




                Tadi malam menjelang pagi, akhirnya terpilihlah ketua MPR RI yang baru. Ketua MPR ini adalah politisi partai yang sebelumnya menjabat sebagai menteri kehutanan. Dia mengundurkan diri sebagai menteri sejak tanggal 1 Oktober 2014. Sudah jelas motivasinya untuk menjadi legislatif di DPR RI. Posisi ini lebih aman dibandingkan dengan posisi mentri yang hanya bertahan beberapa hari lagi.
                Ketua MPR ini, inisialnya ZH. Saya sengaja menuliskannya dengan inisial karena menurut saya dia layak disejajarkan dengan pelaku kriminal. Para pelaku kriminal yang diberitakan selalu menggunakan inisial, kan? Mengapa demikian? Beberapa tahun ini, selama dia menjadi mentri kehutanan, banyak hutan yang terbakar. Makin lama dia menjabat, makin banyak yang terbakar. Makin banyak pula asapnya. Asap dari kebakaran hutan ini bahkan sampai diekspor ke luar negeri. Ini bukanlah komoditi ekspor yang membanggakan. Tidak ada pula devisa yang masuk dari ekspor macam ini.
                Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki hutan terluas di dunia. Hutan menghasilkan oksigen, yang diperlukan oleh hampir semua makhluk hidup, termasuk manusia. Saya rasa pemimpin negara kita juga tahu pentingnya hutan, karena itulah selalu ada departemen kehutanan dalam setiap kabinetnya. Harus ada orang yang bertanggung jawab atas pengelolaan hutan. Dalam kabinet Presiden SBY yang dibentuk 5 tahun yang lalu, dipilihkan orang ini untuk menanganinya, si ZH.
                Biasanya, orang yang dipilih untuk menempati jabatan tertentu adalah orang yang kompeten di bidangnya dan sudah bisa membuktikannya. Untuk jabatan ketua MPR, memang tidak banyak yang pernah menjabatnya. Karena itu, persyaratan lainlah yang harus dibuat. Yang jelas, bukan hanya persyaratan biasa untuk memimpin lembaga tertinggi di negara ini. Yang pasti, syarat utama menjadi ketua MPR adalah warga negara Indonesia. Persyataran lainnya, saya kurang memantau. Yang pasti lagi, untuk menempatkan seseorang menjadi pucuk pimpinan sebuah lembaga tinggi (bahkan tertinggi) di sebuah negara adalah dengan melihat rekam jejaknya.
                Rekam jejak ZH ini mungkin mengesankan dan mengagumkanbagi banyak orang yang tergabung dalam koalisi pendukungnya. Namun, bila dilihat dan diamati baik-baik, rekam jejaknya sangat buruk. Buruk karena tidak berhasil melakukan kewajibannya dengan bertanggung jawab. Tidak ada delegasi tugas yang baik. Tidak ada pula solusi atas permasalahan yang sudah menjadi masalah bagi dunia seperti kebakaran hutan itu. Dan orang seperti inilah yang dipilih menjadi pemimpin lembaga tertinggi?
                Sebagai pendukung koalisi merah putih, orang ini mewujudkannya dalam bentuk fisik. Merah adalah api. Putih adalah asap. Asap kebakaran hutan yang merugikan banyak orang. Bentuk fisik ini sangat mengganggu bagi banyak orang.Mbok, ya, kalau mau berkreasi itu enggak perlu menyusahkan banyak orang, tho!
Sebagai mentri, seharusnya dia memiliki tanggung jawab dan kewenangan untuk berbuat sesuatu yang lebih baik. Namun, dia tidak memilih pilihan itu. Dia mengundurkan diri sebagai mentri, meninggalkan tanggung jawabnya begitu saja. Dia mengundurkan diri sesaat sebelum pelantikannya sebagai anggota dewan. Perbuatan ini menunjukkan kalau dia lebih mementingkan jabatan barunya di DPR dibandingkan dengan tanggung jawabnya sebagai mentri.
Berita mengejutkan tetang terpilihnya orang ini sebagai ketua MPR terus terang agak mengusik ketenangan saya. Biasanya, saya kurang peduli dengan masalah polit di negeri ini, karena menurut saya kurang penting. Memang pendapat ini agak berbeda dengan kebanyakan orang yang menganggap politik adalah bagain dari hidupnya. Saya “ribut” dengan pemilihan ketua MPR baru ini karena saya merasa pasokan oksigen dari hutan akan terganggu dan tidak akan bertambah baik. Bagi saya, oksigen jauh lebih penting dari hal lainnya. Semoga saja, semua yang terjadi ini bisa membuat bangsa ini menjadi lebih baik. {ST}

Popular Posts

Isi blog ini