Ana

Sabtu, 25 Oktober 2014

Kenyang Makan Junk Food di Syukuran Rakyat




                Di hari pelantikan presiden, 20 Oktober 2014, ada beberapa teman yang mau ikut menyaksikan keriaan di syukuran rakyat. Dalam perbincangan di group Whatsapp kami, ada beberapa meeting point yang disebutkan namun semuanya tidak ada yang menyepakati. Salah satu meeting point yang saya ingat adalah KFC Tugu Tani.
                Ingatan tentang meeting point itulah yang menuntun kaki saya untuk berjalan menuju ke sana. HP saya, yang hilang ketika saya sedang dalam keramaian, membuat saya tidak dapat mengakses informasi lanjutan. Dengan langkah agak gontai saya menuju tempat itu. Selain karena lelah, juga rasanya masih kesal karena kehilangan HP.
                Setiba di KFC, saya tidak beremu dengan 1 orang pun yang saya kenal. Akhirnya saya memutuskan untuk tetap di situ untuk beristirahat sejenak. Saya segera mengantri di kasir untuk membeli ayam goreng dan coke. Setelah itu, saya mencar tempat duduk yang kosong. Di sore hari itu, hanya ada 2 meja yang kosong. Saya memilih yang dekat tiang.
                Saya mencoba untuk menghubungi beberapa teman yang pernah mengabarkan akan datang ke syukuran rakyat. Sungguh bersyukur karena Blackberry jadul saya tidak ikut hilang dalam insiden di depan istana merdeka itu. Dengan emnggunakan BB, saya menghubungi beberapa orang namun hanya 1 orang yang menjawab. Yang lain, banyak yang pesannya tidak sampai. Mungkin mereka sudah tidak lagi menggunakan Blackberry messenger.
                Sambil menanti, saya memakan ayam goreng yang ukurannya cukup besar itu. Saya mendapatkan bagian dada, karena memang memesannya bagian dada hehehe… Saya memakannya pelan-pelan sampai akhirnya hampir semua potongan ayam itu masuk ke perut. Hanya tersisa sedikit tulang dan remah-remah makanan.
                Ukuran ayam goreng itu rupanya terlalu besar bagi saya. Apalagi statusnya adalah camilan sore. Saya sampai mual karena kekenyangan. Kalau saya langsung berjalan-jalan tanpa duduk sejenak untuk menurunkan makanan, mungkin saya akan muntah saking kenyangnya. Untungnya, teman saya, Mbak Elly, juga berniat memesan makanan. Selagi menunggu dan menemani dia, saya bisa menurunkan makanan.
                Rasa kenyang akibat ayam berukuran besar itu bertahan hingga malam hari. Saya baru merasa lapar lagi ketika jarum jam telah lewat dari jam 9. Waktu yang seharusnya tidak diisi dengan kegiatan makan, terutama untuk orang yang berniat mengecilkan lingkar pinggangnya seperti saya. {ST}

Popular Posts

Isi blog ini