Ana

Selasa, 14 Oktober 2014

Bos Facebook ke Indonesia




                Pertengahan bulan Oktober 2014 ini, Indonesia kedatangan tamu jauh yang dekat di hati. Mark Zuckerberg, pendiri situs jejaring sosial Facebook datang ke Indonesia. Pemuda kaya raya ini datang dalam misinya untuk mengembangkan akses internet melalui gerakan internet.org. Mark memang tamu dari jauh. Situs yang didirikannya bukanlah sesuatu yang jauh. Facebook sudah menjadi bagian kehidupan banyak orang di Indonesia.
                Berita kedatangannya awalnya tidak diberitakan dengan meriah. Mungkin memang disengaja. Diberitakan penampakannya di sekitar Jawa Tengah dan Yogyakarta. Mark, yang mengunjungi Candi Borobudur mengunggah fotonya di akun Facebooknya. Keindahan candi terbesar di Indonesia itu pun turut tersebar bersama dengan diunggahnya foto tersebut.
                Di candi yang banyak dikunjungi oleh turis dari seluruh dunia ini, Mark juga bertemu dengan turis-turis lainnya. Bahkan, ada 3 orang turis Jepang yang minta diambilkan fotonya oleh Mark. “Bukti” menjadi tukang foto dadakan ini juga diunggahnya di akun Facebook-nya. Foto ini mengundang banyak komentar, kebanyakan mengomentari tentang kerendahatiannya untuk mau “disuruh” padahal dia termasuk orang terkaya di dunia. Foto ini juga membuat saya cukup terkesan. Jangan-janagn beberapa orang yang saya mintai untuk memotret saya selama ini adalah orang terkenal, atau orang yang kaya raya.
                Penampilan sederhananya yang hanya menggunakan kaos mungkin menyembunyikan identitasnya sebagai salah satu orang terkaya di dunia. Sudah bukan rahasia lagi kalau orang –orang kaya gemar menunjukkan kekayaannya lewat penampilannya. Pakaian glamor dan dandan menor sering menjadi indikator kekayaan seseorang. Salut juga untuk Mark yang tidak terbawa dengan gaya OKB.
                Dalam kesempatan kali ini, mark juga mengunjungi Kampung Tamanan di Jogja. Kampung ini menggunakan media internet terutama Facebook untuk menyebarkan warta berita kepada warganya. Mark Z sangat kagum dengan perkembangan ini. Mungkin dia juga tidak menyangka kalau situs buatannya itu berdampak sedemikian jauh.
                Di Jakarta, Mark diajak Jokowi untuk blusukan ke Padar Tanah Abang, pasar tekstil paling besar di Indonesia. Pasar yang selalu dipenuhi oleh abang-abang ini hanya sebentar mereka kunjungi. Kedua orang yang biasanya berpakaian sederhana itu, kali ini memakai jas. Menurut saya, kok, agak salah kostum, ya! pasar Tanah Abang itu selalu ramai. Lalu lintas orang sangat padat. Apalagi kalau ditambah dengan kedatangan Jokowi yang punya banyak penggemar itu. O iya, sekarang Jokowi juga banyak pengawal. Mungkin masing-masing memiliki persepsi yang berbeda ketika bertemu. Mark akan bertemu calon presiden. Jowowi akan bertemu pemuda terkaya di dunia.
                Tanpa sengaja, saya membaca komentar dari sebuah berita yang saya baca. Komentar itu intinya mengatakan kalau kedatanagn Mark Z itu artinya Jokowi memiliki hubungan dengan Yahudi dan Amerika. Mark Z memang warga negara Amerika Serikat keturunan Yahudi. Komentar itu kemudian disambung dengan aneka kecaman dan prasangka. Saya saat itu baru sadar, kalau saya masih tinggal di negeri dengan populasi komentator terbanyak di dunia. Kegiatan membaca komentar orang ini segera saya hentikan karena akhirnya datang pula kesadaran kalau komentar mereka itu tidak ada gunanya. Hanya buah pikiran orang picik.
                Terus terang saya kagum dengan hasil karya Mark Z. Kekaguman itu bukan berarti membuat saya jadi pembela Mark ketika banyak komentar mencelanya. Kekaguman saya juga tidak lantas luntur.  Hasil karyanya sudah mengubah dunia dengan cara yang baik. Dampak positif dari jejaring sosial ini sangat banyak, walaupun ada juga dampak negatifnya. Karyanya ini telah membuatnya kaya raya dan terkenal di seluruh dunia. Sangat berbeda dengan karya para komentator itu.
                Kunjungannya untuk mengembangkan akses internet pun dikritisi banyak orang sebagai aksi untuk emncari keuntungan saja. Ada yang menduga, kalau makin besar akses internet di suatu negara, maka akan makin banyak orang yang menggunakan Facebook. Makin banyak pula iklan yang akan terpampang di Facebook. Dan itu berbanding lurus dengan pendapatan perusahaan.
                Saya rasa wajar saja kalau dia juga memikirkan masa depan perusahaannya dengan rencana pengembangan ke Indonesia. Kalau ternyata pengembangan itu juga menguntungkan bagi negeri kita, kan justru malah baik. Dan bila yang menjadi konsentrasinya adalah internet, itu pun sangat wajar mengingat kalau inilah bidang yang dia kenal. Buat saya, kedatangannya masih jauh lebih baik dibandingkan dengan kedatangan para teroris. {ST}

Popular Posts

Isi blog ini