Ana

Rabu, 03 September 2014

Petugas Dephub di Jatibaru




                Di persimpangan Jatibaru yang sering saya lewati, saya sering melihat petugas dari Departemen Perhubungan. Itu bisa dilihat dari pakaian seragam yang digunakannya. Petugas ini terlihat kerap mengatur lalu lintas yang sering macet di sore menjelang malam hari. Petugas ini juga hampir selalu terlihat ketika ada hujan di sore menjelang malam hari itu.
                Ketika ada hujan di Jakarta, apalagi di sore menjelang malam, saatnya orang-orang pulang dari tempat kerja, sudah pasti akan menimbulkan kemacetan. Kemacetan juga yang terjadi di persimpangan bawah jembatan layang itu. Hampir semua pengguna jalan tidak ada yang mau mengalah. Ada ruang sedikit saja, langsung bergerak, padahal belum tentu itu adalah gilirannya untuk bergerak. Ujung-ujungnya tentu saja kemacetan yang susah terurai.
                Kehadiran petugas pengatur lalu lintas sangat diharapkan ketika kemacetan terjadi. Lampu lalu lintas yang berganti-ganti warna sudah tidak lagi bisa diharapkan. Harus ada orang yang bisa mengendalikan keadaan itu. Itulah dia pengatur lalu lintas. Khusus untuk simpang Jatibaru, petugasnya adalah petugas departemen perhubungan itu.
                Petugas dephub ini juga mengusik rasa ingin tahu saya. Biasanya yang terlihat di jalanan menjadi pengatur lalu lintas adalah polisi. Itu sebabnya ada polisi lalu lintas. Tapi lalu lintas juga menjadi bagian dari lingkup pekerjaan departemen perhubungan, perhubungan darat tepatnya. Terus, yang seharusnya mengelola lalu lintas di darat siapa ya? Apakah kedua badan ini? Ataukah memang ada tumpang tindih dalam pengelolaannya?
                Kalau ada tumpang tindih, kemungkinan pengelolaan akan terbengkalai, atau juga bisa menjadi lebih baik karena makin banyak orang yang mengurusnya. Untuk bagian perhubungan darat ini, entahlah apa yang terjadi. Yang jelas, lalu lintas Jakarta yang sangat padat bukanlah sesuatu yang layak disyukuri oleh sebagian orang. Ini adalah masalah besar bagi kota besar ini. Akan lebih baik kalau banyak pihak turut memikirkan solusi yang lebih baik. Pihak-pihak itu mungkin termasuk Departemen Perhubungan dan Polisi.
                Kemacetan di simpang Jatibaru mungkin hanyalah masalah kecil dari masalah besar kemacetan Jakarta. Ini hanyalah sebuah titik dari ribuan titik di ibu kota RI ini. Mungkin titik ini menjadi tanggung jawab dari Departemen Perhubungan, tepatnya seorang petugas itu. Saya tidak tahu pastinya bagaimana. Saya juga tidak tahu apakah orang yang bertugas di situ adalah yang itu-itu saja. Yang pasti, saya tahu kalau saya sangat menghargai tugas bapak petugas Dephub itu. Dia mengatur lalu lintas dengan efektif. Kadang kala harus kehujanan juga.
                Semua orang yang lewat (termasuk saya) terlihat cuek-cuek saja. Tidak ada yang mengucapkan terima kasih, tidak ada juga yang memberikan uang receh. Semua orang (sekali lagi termasuk saya), sepertinya merasa seakan-akan memang tugasnyalah untuk melakukan hal itu. Baru  belakangan saya sadar, kalau petugas ini layak mendapat penghargaan. Dia melakukan tugasnya dengan baik, tidak seperti para petinggi negeri ini yang sering melalaikan tugasnya. Semoga dia tetap setia melakukan tugasnya dengan baik dan hidupnya mendapatkan berkat. Yang jelas, dia sudah menjadi berkat di tengah kemacetan. {ST}

Popular Posts

Isi blog ini