Ana

Jumat, 05 September 2014

Mencari Kutu Rambut




                Ketika saya bertumbuh, saya sering mendengar tentang mencari kutu rambut. Ini adalah sesuatu yang menarik bagi saya ketika kecil dulu. Kutu rambut itu hidup di rambut manusia. Kutu yang saya kenal, hanya ada di bulu anjing. Hmmm...ada juga kutu beras. Tapi kutu yang ada di kepala manusia, saya belum pernah melihatnya sampai sekarang. Kalaupun kelak saya melihatnya, semoga jangan ada di kepala saya.

                Saya harus bersyukur dilahirkan di keluarga yang berkecukupan dan orang tua yang “pembersih”. Kutu rambut tidak akan menghampiri keluarga kami. Kalaupun ada, Mamah sudah pasti akan menggempurnya sampai musnah. Mamah sepertinya lebih ramah pada kecoa daripada kutu. Namun, rasa syukur itu tidak membuat keingintahuan saya akan kutu rambut berakhir.

                Saya pernah bertanya pada seorang yang kepalanya pernah menjadi rumah bagi kutu, binatang parasit berukuran kecil itu. Katanya, kutu itu membuat gatal. Baik itu saat berjalan-jalan di kulit kepala, maupun saat sedang menyantap makanannya. Kutu rambut menyantap darah induk semangnya untuk bertahan hidup. Pokoknya enggak enaklah kalau kutuan itu. Adalah suatu kepuasan tersendiri bila berhasil menangkap dan memites kutu. Konon kabarnya karena itulah orang yang sedang mencari kutu terlihat saat bersemangat ketika menemukan buruannya.

                Untuk orang yang kepalanya sedang dicari kutunya, rasanya seperti dibelai-belai. Ditambah pula siksaan rasa gatal yang menghilang. Tak heran kalau mereka terlihat sanagt nyaman dan merem melek menikmati perburuan kutu yang sedang berlangsung di kepalanya itu, seperti seorang nenek yang saya lihat di pinggir jalan ini. {ST}

Popular Posts

Isi blog ini