Ana

Senin, 08 September 2014

JPO Kramat




                Saya cukup sering melewati jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Kramat, Jakarta. Jalan ini sering kali menjadi pilihan saya ketika menuju ke kantor atau tempat aktivitas lainnya. Jalan besar ini hampir selalu dilewati banyak kendaraan dan orang yang berjalan kaki.

                Di jalan besar yang ramai ini, ada sebuah jembatan penyeberangan orang yang juga menghubungkan halte Transjakarta. Di bawah jembatan inilah saya sering melihat orang terserempet kendaraan. Ironisnya, mereka terserempet kendaraan ketika mau menyeberang, tepatnya menyeberang di bawah jemabatn penyeberangan.

                Peristiwa terserempetnya orang-orang itu kerap mengundang perhatian dari orang yang lewat. Entah itu karena pertengkaran orang yang diserempet dan yang diserempet, atau karena orang-orang yang hanya ingin melihat dan berkomentar. Saya termasuk orang yang ingin melihat dan berkomentar.

                Kalau mau dicari siapa yang salah dan siapa yang benar, bisa dikatakan orang yang menyerempet maupun diserempet sama-sama bersalah. Orang yang diserempet karena mau menyeberang sudah jelas bersalah karena menyeberang jalan tidak pada tempatnya. Yang menyerempet juga salah karena membahayakan keselamatan orang lain.

                Supaya hal seperti ini tidak terulang lagi sebenarnya mudah saja, tertib berlalu lintas. Masing-masing pengguna jalan mengikuti aturannya. Pejalan kaki yang mau menyeberang ya gunakan jembatan penyeberangan orang (JPO). Pengguna kendaraan bermotor, gunakan badan jalan. Pejalan kaki gunakan trotoar. Itu sih komentar saya. Kalau tidak dijalankan tetap aja enggak ada hasilnya. Komentar saya di blog sendiri mungkin enggak berguna sama sekali buat mereka, namun berguna bagi saya. Catatan ini untuk mengingatkan saya sendiri, kalau mau menyeberang di Jalan Kramat, gunakan jembatan penyeberangan. {ST}

Popular Posts

Isi blog ini