Ana

Sabtu, 06 September 2014

Es Batu Silinder Tengahnya Bolong




                Bila sedang makan di rumah makan, saya sering memperhatikan es batu yang menjadi pelengkap sajian minuman. Es batu ini berbentuk silinder dan bagian tengahnya bolong. Kalau sedang minum menggunakan sedotan, biasanya sedotan saya masukkan di bolongan yang ada di tengah es batu itu.

                Bertahun-tahun saya bertanya-tanya bagaimana caranya membuat es batu seperti ini. Logika saya sebagai seorang anak kecil tentunya cetakannya juga berbentuk silinder, sama seperti bentuk esnya. Yang membuatnya bertambah menarik adalah bolongan di tengahnya. Seperti pipa. Kadang-kadang saya berimajinasi kalau es batu itu dulunya adalah pipa yang membeku.

                Ketika saya bekerja di sebuah perusahaan retail, saya kembali bertemu dengan es batu berbentuk silinder yang tengahnya bolong ini. Es itu menjadi salah satu barang yang dijual. Harganya murah, hanya beberapa ribu rupiah. Suppliernya, saat itu, hanya ada 2. Barang ini diantar hampir setiap hari ke toko, sama seperti barang-barang fresh lainnya. Bedanya barang ini tidak cepat rusak atau membusuk asalkan diletakkan di tempat bersuhu dingin membeku. Barang ini sering diorder dan diantarkan karena sangat laku.

                Ketika itu saya juga bertanya-tanya kepada supplier yang mengantarkan es batu bolong itu. Rupanya memang ada cetakan untuk es batu seperti ini. Es batu seperti ini dipercaya akan lebih mudah mendinginkan air yang ada di sekitarnya. Itu karena permukaan es lebih luas. Ada permukaan silinder bagian luar, ada juga permukaan silinder bagian dalam. Ukurannya juga pas di gelas.

                Walaupun mengagumi es berbentuk silinder dengan bolongan di tengahnya ini, saya jarang membelinya. Rasanya sepanjang sejarah kehidupan saya, saya hanya pernah membelinya sekali. Itu pun karena penasaran pada bentuk dan harganya. Selanjutnya, saya hanya menikmati es ini ketika memesan minuman es di rumah makan. {ST}

Popular Posts

Isi blog ini