Ana

Selasa, 05 Agustus 2014

Segan Berkomunikasi?




            Salah satu kunci kerja tim yang sukses adalah komunikasi. Entah dari mana saya tahu tentang hal itu. Yang jelas, resep komunikasi yang baik ini memang cukup ampuh untuk menyukseskan kerja tim. Saya paling merasakannya ketika berada dalam tim kerja di tempat kerja saya sebelumnya. Jarkom alias jalur komunikasi sangat membantu penyelesaian pekerjaan.
            Saat ini, berkomunikasi jauh lebih mudah lagi. Aneka perlengkapan dan aplikasi memberikan kemudahan itu. Biayanya pun tidak mahal-mahal amat.  Bertukar informasi bisa dilakukan dengan cepat, dalam hitungan detik. Sangat berbeda dengan jamannya merpati pos dan telegram di masa silam. Intinya, saat ini berkomunikasi jauuuuh lebih mudah.
            Saya cukup heran ketika saya bergabung dalam sebuah tim. Kebetulan sayalah yang menjadi ketua tim ini. Saya sudah berkali-kali mengingatkan seseorang untuk koordinasi dan komunikasi dengan bagian lain yang terkait. Ketika saya menjalankan tugas saya untuk mengecek hasil kerjanya, saya sangat heran karena ternyata tidak ada hasilnya sama sekali. Ternyata orang yang saya ingatkan itu tidak pernah melakukan komunikasi dengan bagian lain yang terkait itu.
            “Dia, dong, yang harusnya hubungi aku,” demikian jawabnya ketika saya bertanya mengapa tidak pernah melakukan komunikasi.
            “Males, ah. Atau ketua aja yang kasih tau,” lanjutnya lagi.
            Saya betul-betul tidak dapat memahami dan menampakkannya pada ekspresi wajah. Aneh juga, ya. Rasanya enggak terlalu penting siapa menghubungi siapa. Kalau memang mau mencapai tujuan yang sama, mestinya tidak ada kata malas ataupun segan. Apalagi didukung dengan teknologi komunikasi saat ini. Saya rasa mereka bisa berkomunikasi dengan BBM, atau juga janjian bertemu di tempat yang tiap minggu kami datangi.
            Pada lain kesempatan, orang yang sama ini tidak mau berkoordinasi dengan pihak lain yang seharusnya menjadi pelaksana hal yang dia rancangkan. Alasannya: cape. Katanya dia malas kalau harus ngomong berkali-kali. Ini juga alasan tang tidak dapat saya terima dengan baik sampai sekarang karena saya mengenal orang ini sebagai orang yang gemar berbicara. Atau mungkin saja dia hanya gemar berbicara tanpa mau mendengarkan. Berkomunikasi dan berkoordinasi kan artinya berbicara dan juga mendengarkan orang lain yang berbicara.{ST}

Popular Posts

Isi blog ini