Ana

Minggu, 10 Agustus 2014

Ngebakso di Samping Kopitiam




                Di dekat rumah kami, dibuka sebuah kopitiam baru. Pemilik kopitiam ini adalah seorang yang terkenal di bidang kuliner. Nama besarnya juga turut mempromosikan kopitiam yang dimilikinya ini. Kami, saya dan teman-teman maksudnya, yang juga gemar nongkrong di kopitiam, kerap juga emndatangi tempat ini.
                Bagi saya, berkunjung ke kopitiam gunanya adalah meminum kopi. Untuk makanan dan aneka camilan, tiu bukanlah yang utama. Biasanya saya lebih memilih camilan karena jam nongkrong di kopitiam memang bukan di jam makan. Karena itu, saya jarang memesan makanan berat di kopitiam.
                Ada kalanya, saya tiba di kopitiam di jam menjelang makan siang. Maka saya pun memilih makanan berkuah untuk menemani saya minum kopi. Bagi orang seperti saya, sangat berbahaya bia meminum kopi dengan perut yang kosong. Asam lambung saya bisa meningkat tajam dan membuat masalah baru lagi. Nah, setiap kali saya emmesan makanan di kopitiam, selalu saja rasanya tidak enak. Entah hambar, entah kurang bumbu, kurang panas, dll.
                Karena terlalu sering emndapatkan makanan yang kurang enak dan tidak sesuai dengan harganya, say sering kali mengisi perut dengan makanan lain selain yang dijual di kopitiam itu. Tak jarang, say amampir dulu ke tempat makan lain, tempat makan yang menjual makanan enak walaupun tidak nyaman untuk nongkrong dan ngobrol. Khusus di kopitiam dekat rumah, biasanya saya mampir dulu ke penjual bakso yang letaknya tidak jauh dari situ, bakso Tamsol. {ST}

Popular Posts

Isi blog ini