Ana

Selasa, 12 Agustus 2014

Komplain Karena Mulai Tepat Waktu




            Ketika menjadi saya menjadi ketua panitia, maka sayalah yang memimpin rapatnya. Rapat yang dijadwalkan jam 7 malam, akan dimulai tepat jam 7 malam. Kebaisaan untuk tepat waktu ini ternyata tidak selalu sejalan dengan orang-orang yang biasa terlambat dan mengutamakan alasan. Kadang-kadang saya sampai heran karena ada yang komplain ketika saya memulai rapat tepat waktu.
            Dalam sebuah acara yang menjadi tanggung jawab tim kami, acara ini juga dimulai jam 7 malam dengan makan malam sebelumnya. Makan malam, yang sebelumnya hanya dijadwalkan hanya setengah jam, saya ubah menjadi 1 jam. Dengan harapan waktu 1 jam itu cukup untuk makan dengan lebih dulu mengantri dan kemudian kembali duduk di dalam ruangan.
            Pada saat hari H, hujan lebat turun di atas langit Jakarta. Tidak tanggung-tanggung, hujan ini turun hampir di seluruh penjuru Jakarta, 3 jam lamanya. Hujan di Jakarta, sesebentar apapun itu, berpotensi menyebabkan kemacetan, apalagi sampai 3 jam. Saya mendapat desakan dari banyak pihak untuk memundurkan saja waktu pelaksanaan dengan alasan pasti banyak orang yang datang terlambat.
            Kali itu, saya juga tidak bersedia memundurkan jam mulainya acara dengan alasan menunggu orang-orang yang kehujanan. Selain itu, di gedung tempat perayaan itu, sudah cukup banyak orang yang datang. Menurut saya, acara sudah bisa dimulai ketika para pendukung acara sudah datang semua dan pengunjung sudah lebih dari 3 orang. Sekali lagi saya menerima komplain karena memulai tepat waktu.
            Aneh juga, ya. Rasa-rasanya tidak ada salahnya untuk memulai tepat waktu. Memulai lebih awal pun rasanya tidak masalah. Bagi saya, kebiasaan untuk terlambat itulah yang menjadi masalah. {ST}

Popular Posts

Isi blog ini