Ana

Sabtu, 09 Agustus 2014

BPK




                Selama ini, ketika mendengar atau membaca tentang BPK, saya selalu terbayang pada penerbit buku rohani Kristen yang memiliki toko di daerah Kwitang. Saya cukup sering mengunjungi toko buku ini karena letaknya yang dekat dengan gereja tempat saya biasanya sering kebaktian dan turut melayani.
                Image toko buku itu pulalah yang masih terbawa ketika saya mengunjungi Kota Medan, dan kemudian melanjutkannya menuju Tanah Karo. Ketika mendengar kata “BPK” langsung terbayang toko buku dengan rak-raknya yang rapi diiringi dengan lagu rohani. Image itu baru berubah ketiak saya kembali dari Tanah Karo.
                Di Tanah Karo, yang dimaksud dengan BPK adalah babi panggang karo. Babi panggang jenis ini dipanggang dengan menggunakan bara api. Sebelumnya, babi sudah diberi bumbu. Ketika dimasak, potongan daging babi ini sudah dipotong tipis-tipis, sehingga ketika matangnya akan menjadi kering dan garing. Agak berbeda dengan babi panggang versi lain yang dimasak dengan potongan besar, baru kemudian dipotong-potong menjadi kecil. Rasanya juga lebih garing bila dibandingkan babi panggang versi lain.
                Sekembalinya saya dari Tanah Karo, pandangan saya tentang BPK mendadak berubah. Kali ini, setiap mendengar atau emmbaca tulisan tentang BPK, saya jadi teringatpada babi panggang yang garing itu. Itu juga yang terjadi ketika saya ke toko buku BPK Gunung Mulia. {ST}

Popular Posts

Isi blog ini