Ana

Kamis, 10 Juli 2014

Pilpres 2014




            Pemilihan presiden dan wakil presiden tahun ini jatuh pada hari Rabu, 9 Juli 2014. Pada hari ini seluruh warga negara Indonesia yang sudah dewasa berbondong-bondong ke TPS. WNI yang antusias untuk memilih presidennya tidak hanya yang berada di Indonesia, lo. Yang di luar negeri juga.


Lebih Banyak yang Ikut Memilih

            Dalam pemilu kali ini, kabarnya lebih banyak orang yang memilih dibandingkan dengan pemilu yang pernah diadakan sebelumnya. Otomatis orang yang tidak memilih alias golput, jumlahnya makin berkurang. Dengan calon presiden dan wakil presiden yang gencar berkampanye, rata-rata orang sudah tahu siapa yang akan mereka pilih sebelum tiba hari pemilihan umum.

            Beberapa teman saya, yang biasanya tidak peduli dengan pemilu, kali ini tidak demikian. Mereka antusias untuk ikut berpartisipasi menentukan masa depan Indonesia. Beberapa anggota keluarga kami pun merasakan antusiasme yang sama. Orang tua kami bahkan memberikan mandat keapda anak-anaknya untuk mengurus formulir A5, formulir yang menyatakan memilih bukan di tempat berdomisinya.


Memilih Cepat

            Antusiasme pemilih sangat terasa ketika tiba di TPS. TPS dipenuhi banyak orang. Di beberapa TPS bahkan menyuguhkan dekorasi yang menarik. Ada yang dihias dengan ornamen khas daerah. Ada yang petugas TPS-nya menggunakan kostum adat. Ada beberapa TPS yang didekorasi dengan atribut sepak bola. Maklum saja, saat pemilu ini dilaksanakan, Piala Dunia 2014 juga sedang dilangsungkan di Brasil. Acara akbar sepak bola yang digelar setiap 4 tahun itu memang menarik bagi sebagian besar penduduk dunia.

            Kerumunan di depan papan informasi calon yang akan dipilih tidak banyak. Pemilihan umum yang hanya diikuti oleh 2 orang kontestan ini membuat orang bisa dnegan yakin untuk memilih orang yang didukungnya. Pada pemilu legislatif, yang dipilih adalah ratusan nama calon legislatif. Deretan nama-nama ini tanpa foto dan visi misi. Kalau tidak cermat mencari informasi, bisa-bisa asal memilih saja.

            Di TPS 33 tempat saya memilih, keramaian juga terjadi. Keramaian ini tidak berlangsung lama. Orang yang datang ke TPS, tidak perlu mengantri lama seperti pemilu legislatif di tanggal 9 April yang lalu. Seakan-akan mereka sudah tahu siapa yang akan dipilih. Proses berlangsung cepat. Sangat cepat.


Menghitung Cepat

            Sepulang dari TPS, saya melihat TV untuk mendapatkan kabar berita. Ternyaat sudaha da TV yang melaporkan perolehan suara. Perolehan suara ini disajikan dengan cara penghitungan cepat oleh ebberapa lembaga survei. Di hari pertama itu, umumnya perolehan suara kedua calon beda-beda tipis.

            Makin banyak data yang masuk, perolehan suara makin berbeda. Nah, perbedaan inilah yang membuat kehebohan. Pemenang dengan suara terbanyak di tiap TV berbeda. Di TV yang pemiliknya pro kepada pasangan capres cawapres tertentu, maka merekalah yang menang. Kehebohan ini menjadi pergunjingan yang berlanjut menjadi aneka ejekan ketika ada stasiun TV yang menyajikan data, yang ketika dijumlahkan, totalnya lebih dari 100 persen.

            Hitung cepat alias quick count menjadi fenomena tersendiri di negeri ini. Hasil quick count tidak hanya dipantau, tapi juga dibandingkan dengan lembaga lainnya. Bila hasilnya berbeda, sudah pasti akan ada yang emngomentarinya. Saya sendiri lebih memilih menunggu hasil penghitungan resmi saja di tanggal 22 Juli 2014.


Pemilu Aman

            Secara keseluruhan, pemilu presiden dan wakil presiden tahun ini berlangsung lancar dan relatif aman. Perbedaan pendapat masih ada namun tidak berkembang menjadi pertikaian seperti yang ditakutkan beberapa pihak. Semoga keamanan dan kedamaian di Indonesia ini tetap terus berlangsung ketika hasil resminya diumumkan. {ST}

Popular Posts

Isi blog ini