Ana

Rabu, 23 Juli 2014

Negeri yang Sering Diadu Domba




            Sepanjang sejarah Indonesia (atau sebelumnya Hindia Belanda), penduduk negeri ini sangat sering diadu domba. Pengadu dombanya adalah orang-orang yang dijuluki dengan penjajah. Mereka mengadu domba untuk memecah belah persatuan dan kemudian mengambil keuntungan dari perpecahan itu.
            Keberagaman budaya di daerah yang sangat luas ini memang menimbulkan perbedaan. Perbedaan itu, yang kadang-kadang tidak terlalu prinsip, menjadi hal besar ketika berhadapan dengan kepentingan lain yang mau mencari untung sendiri. Memanas-manasi atau mengompori membuat salah satu pihak menjadi panas dan merasa melakukan hal yang benar ketika menumpas pihak lainnya.
            Indonesia, negara kepulauan super luas yang memiliki banyak kebudayaan ini memang sangat rentan akan perseteruan akibat beda pendapat. Hal baik di satu tempat belum tentu dianggap baik di tempat lain. Itu baru tentang ahl baik, kalau hal tidak baik, lebih banyak masalah lagi.

            Suasana panas bertambah panas ketika ada pihak lain yang mengipasi di tengah-tengahnya. Pihak ini kadang-kadang mengaku sebagai penengah. Bener juga sih penengah. Mereka berada di tengah-tengah. Bisa memihak ke kiri atau ke kanan. Bisa juga mengipasi yang di kiri atau yang di kanan. Tergantung ke mana peluang datang.
            “Tradisi” menjajah untuk mengadu domba dan menanamkan perbedaan untuk memecah belah persatuan kita sudah tertanam ratusan tahun. Walaupun tahu akibatnya tidak baik tapi masih cukup bnayak yang merasa perlu untuk melestarikannya. Kesombongan antar golongan dan antar suku mengemuka ketika ada pertentangan dan gesekan. Perdamaian dan musyawarah menjadi dikesampingkan.
            Ketika negeri ini merdeka, pengadu domba masih ada. Bentuknya bukan lagi para penjajah bule ataupun dari Jepang. Bentuknya hampir sama saja seperi warga negara biasa. Orang-orang yang mengambil kepentingan dari adu domba itu hampir tidak bisa dibedakan dengan warga biasa. Niatnya pun kadang-kadang terkesan baik. {ST}

Popular Posts

Isi blog ini