Ana

Kamis, 19 Juni 2014

Survei Pemilu




            Ketika diadakan pemilihan langsung oleh rakyat, banyak hasil survei yang dipublikasikan di media. Hasil survei ini beredar sebelum hasil pemilihan didapatkan. Hasil survei juga beredar dengan marak sebelum pemilihannya dimulai, terutama saat kampanye. Dari hasil survei ini, kita bisa mendapatkan gambaran untuk hasil yang akan diperoleh kelak.
            Data yang didapat melalui survei memang sangat berguna bila mendekati keadaan sebenarnya. Namun, ada kalanya hasil survei meleset jauh dibandingkan dengan hasil pemilihan suaranya. Hal ini membuat banyak orang yang meragukan lembaga survei.
            Saya pernah membaca sebuah artikel, bahwa untuk mengadakan sebuah survei dengan responden 1000 orang, harganya adalah Rp 200 – 300 juta. Suatu hal yang menggiurkan bila melihat banyaknya pilkada di negeri ini. Tak heran banyak orang pula yang kemudian mendirikan perusahaan survei. Perusahaan survei bertumbuh bersama dengan bertumbuhnya demokrasi di Indonesia.
            Saat ini, beberapa hari menjelang pemilihan presiden secara langsung. Hasil survei dari banyak lembaga mengemuka. Dengan pemilihan yang hanya diikuti oleh 2 kandidat, sudah pasti kue jajak pendapat hanya terbagi 2 itu. Kalaupun ada bagian lain, bagian orang yang abstain, bisa dianggap tidak dihitung.
            Hasil survei ini berbeda setiap harinya, tergantung kepopuleran para capres dan cawapres. Saya kadang-kadang bingung juga, bagaimana mereka bisa mendapatkan data yang bisa berubah dengan cepatnya. Apakah dengan menggunakan teknologi komunikasi? Entahlah.
            Pertanyaan lainnya adalah siapa saja yang menjadi responden dari survei itu? Kalau survei yang diadakan di negeri ini ratusan bahkan ribuan, pasti respondennya jauh lebih banyak lagi. Dengan metode apakah mereka mendapatkan datanya? Apakah mereka menanyakan langsung dengan mewawancarai? Siapa sajakah mereka? Apakah semua responden itu bisa dianggap mewakili pemilih di daerah tersebut? Apakah saya akan berhenti bertanya-tanya?
            Saya sepertinya tidak akan berhenti bertanya-tanya tentang hal ini. Saya akan mencari jawabannya dengan cara seksama namun tidak dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Saya akan mencarinya ketika ada waktu luang, kalau ada. {ST}

Popular Posts

Isi blog ini