Ana

Minggu, 27 April 2014

Blok G Tanah Abang




            Selama bertahun-tahun, daerah Tanah Abang menjadi daerah pusat kemacetan. Pedagang yang berjualan di badan jalan menjadi salah satu sebab kemacetan dan kesemrawutan itu. Pembeli yang memadati daerah ini membuat kendaraan sangat susah bergerak. Kepadatan makin bertambah karena lalu lintas yang tersendat.

            Gubernur DKI Jakarta dan wakilnya, Jokowi dan Ahok, akhirnya menemukan jalan untuk mengurangi kemacetan dan kesemrawutan ini. Pedagang pinggir jalan ini dipindahkan ke sebuah blok di daerah situ juga, Blok G. Blok ini dilengkapi dengan kios-kios, ATM, tempat makan dan aneka fasilitas lainnya. Blok G diharapkan dapat memberikan kenyamanan menjual dan membeli kepada para pedagang  yang semula menempati badan jalan itu.
             Perjuangan untuk memindahkan para pedagang ini tidak mudah. Rejeki, yang menjadi daya tarik mereka untuk berdagang, banyak yang berkurang ketika mereka pindah lokasi jualan. Hal itu masih ditambah dengan barang dagangan mereka yang nyaris seragam. Kemampuan mereka untuk bersaing sangat diuji.

            Ketika renovasi dan pembangunan Blok G selesai di bulan April 2014 ini, dukungannya makin ditambah. Untuk menarik pengunjung ke tempat ini, diadakan banyak acara yang berhadiah. Eskalator dan jembatan penghubung dengan blok lainnya pun dibangun untuk lebih memudahkan pengunjung.
            Walaupun demikian, konon kabarnya Blok G ini masih sepi pengunjung. Bukan hanya pengunjungnya, pedagangnya pun sepi. Ada beberapa pedagang yang enggan untuk pindah ke sini dan menempati kios yang disediakan. Pemandangan kios-kios yang kosong bisa saja mempengaruhi pembeli untuk datang ke tempat ini. Full display adalah salah satu jurus jualan yang ampuh. {ST}

Popular Posts

Isi blog ini