Ana

Selasa, 29 Oktober 2013

Buku di Transjakarta




            Berkendara menggunakan Transjakarta, bila tak sedang penuh berdesakan, adalah sesuatu yang bisa saya nikmati. Tempat duduk yang ukurannya pasa dengan tubuh saya dan lorong yang cukup lega, membuat saya cukup nyaman.
            Posisi duduk penumpang yang berhadapan membuat orang harus memandang orang yang ada di seberangnya. Tatapan yang kadang-kadang bertemu sering membuat orang salah tingkah. Saya juga berkali-kali mengalaminya. Biasanya, orang yang tak sengaja bertatapan, segera memalingkan pandangannya, memandang ke arah lain. Pandangan salah tingkah ini bukanlah bagian yang saya nikmati.
            Biasanya, untuk mengisi waktu selagi dalam perjalanan, saya gunakan untuk membaca. Saya memang cukup sering membawa buku ketika pergi. Bila merencakan untuk naik bus Transjakarta, saya selalu menempatkan buku bacaan kecil di tas kecil saya. Buku inilah yang menjadi teman saya. Mata saya akan terarah ke buku, alih-alih melihat ke sebrang dan salah tingkah ketika tak sengaja saling menatap.
            Ketika sedang ayik membaca, tak jarang saya menjadi pemandangan langka di dalam kendaraan itu. Biasanya, ada saja orang yang memandang penasaran pada buku yang ada di tangan saya. Orang di sebelah kerap terlihat mengintip dan turut membaca halaman yang terbuka di tangan saya. Orang yang duduk di seberang mencoba membaca judulnya bahkan sampai memiringkan kepalanya. {ST}

Popular Posts

Isi blog ini