Ana

Kamis, 10 Januari 2013

Karamunting, Si Pembuat Lidah Ungu

Bunga karamunting



            Karamunting adalah salah satu buah liar kegemaran saya waktu kecil dulu. Buah ini berwarna ungu tua. Kalau dimakan, bagian dalam mulut kita akan menjadi berwarna ungu. Rasa buah ini manis, sedikit asam, sedikit berpasir juga. Bingung membayangkannya? Coba aja sendiri memakannya.

            Sepanjang hidup saya, buah ini hanya saya temukan di Palangkaraya dan sekitarnya. Buah ini tumbuh sebagai tanaman liar tanpa perawatan dan bisa ditemukan di hampir semua semak. Mungkin, karena bisa didapatkan dengan mudah dan gratisan pula, hampir tidak ada orang yang menjual buah ini.

            Seperti juga buahnya, bunganya berwarna ungu. Ungu muda tepatnya. Bunga ungu muda ini terlihat sangat menarik bila sedang banyak berbunga. Warna ungunya yang lembut memberi nuansa berbeda pada hijaunya semak.
Buah karamunting yang belum matang


            Untuk mengetahui buah yang sudah matang, caranya cukup gampang. Buah yang matang akan merekah, sehingga terlihat isinya. Warnanya ungu tua kehitaman. Itu artinya buah ini siap disantap. Kalau kurang cepat, kita akan bersaing dengan aneka serangga, yang sepertinya memang berfungsi sebagai penyebar biji alami.

            Yang paling menarik dari buah ini adalah warna ungunya yang awet melekat di bagian dalam mulut kita, bahkan gigi pun bisa berubah menjadi ungu. Lidah sudah pasti terkena dampak ungu, sampai-sampai terlihat cukup seram seperti di film horor. Itu juga sebabnya buah karamunting adalah buah yang kami cari-cari kalau lagi mau main seperti di filem horor. Nama permainannya horor-hororan. {ST}

Popular Posts

Isi blog ini