Ana

Minggu, 10 Juni 2012

Menggunting Kuku Malam-malam



            Sewaktu saya kecil dulu, Mbah Jo, pengasuh di keluarga kami sering mengingatkan untuk tidak menggunting kuku malam-malam. Katanya menggunting kuku malam-malam itu pamali.
Sebagai anak yang selalu ingin tahu, saya menanyakan mengapa tidak boleh dan mengapa pamali. Entah karena alasannya memang benar seperti itu atau hanya supaya tidak ditanya lagi, Mbah Jo selalu memberikan jawaban. Jawaban yang kadang-kadang berlainan. Kadang katanya nanti dimakan hantu, kadang katanya nanti orang tuanya meninggal, kadang supaya matanya gak buta
Dalam masa bertumbuh dewasa, saya sudah tidak lagi peduli dengan hal “katanya’ itu. Pikiran logis saya sangat mendominasi. Mungkin, dulunya saat sumber cahaya di kala malam tidak secanggih sekarang, memotong kuku malam-malam sangat berpotensi memotong lebih dari sekedar kuku. Bisa jadi jari tempat tumbuhnya kuku juga ikut terpotong.
Saat memotong kuku menjadi kegiatan yang sering saya lakukan, justru saya lakukan di kala malam. Tepatnya di meja tempat saya mengetik. Mengetik catatan yang kebanyakan menjadi pengisi di blog ini. Mengetik dengan kuku pendek membuat saya lebih produktif, bahkan produktif menghasilkan catatan-catatan gak penting seperti ini. :D {ST}

Popular Posts

Isi blog ini