Ana

Minggu, 17 Juli 2011

Perpustakaan GKI Kwitang



            Bila kita mendengar kata perpustakaan, yang terbayang adalah sebuah ruangan yang dipenuhi buku-buku di kiri kanannya. Buku-buku itu ditempatkan di rak dengan posisi berdiri menghadap samping sampai-sampai terlihat seperti tembok buku. Buku-buku itu juga memiliki ‘nomor punggung’ yang seakan sebagai pengenal sebagai buku perpustakaan. Di GKI Kwitang, ruangan perpustakaan terletak di samping gedung gereja, tak jauh dari dispenser air minum yang disediakan oleh gereja. Pintu masuknya menghadap ke jalan menuju pastori. Pintu geser berkaca gelap itu mungkin kurang menarik perhatian jemaat dan simpatisan untuk datang. Papan nama berwarna putih dengan tulisan biru sebagai penunjuk, mungkin juga tidak terbaca oleh jemaat. Papan nama itu terpasang lebih tinggi dari ketinggian pandang normal manusia dewasa.
Perpustakaan saat ini bukanlah tempat yang populer dikunjungi oleh banyak orang. Pamor buku sebagai pusat ilmu sebagian telah tergantikan oleh teknologi yang lebih canggih, internet misalnya. Hampir semua informasi bisa didapat lewat internet. Akses internet juga semakin dimudahkan oleh teknologi terkini. Ditambah pula dengan minat baca sebagian masyarakat yang tidak besar. Hal-hal tersebut menambah ketidakpopuleran perpustakaan.
            Perpustakaan juga identik dengan buku, padahal yang dimaksud dengan benda pustaka tidak hanya terdiri dari buku, bisa berupa rekaman audio dan video juga. Untuk perpustakaan yang lebih lengkap, koleksinya ada yang berupa daun lontar dan media lainnya selalin kertas. Kaset rekaman khotbah dan lagu-lagu rohani juga ada di Perpustakaan GKI Kwitang. Untuk tahun 2011, pengurus perpustakaan memiliki program untuk melengkapi koleksinya dengan VCD dan DVD mengenai pengetahuan. Program ini masih belum berjalan antara lain karena keterbatasan tempat. Bila pengadaannya telah terlaksana maka diharapkan pengunjung dan pengguna fasilitas perpustakaan akan makin banyak.
            Saat artikel ini dibuat, perpustakaan GKI Kwitang memiliki 1069 anggota yang terdaftar. Dari jumlah sebanyak itu yang aktif menggunakan keanggotaannya sekitar sepertiganya atau 300an orang. Buku yang banyak dipinjam antara lain buku kesaksian rohani dan fiksi. Pengelola perpustakaan membeli 6 buku baru setiap 3 minggu. Enam buku itu terdiri dari 3 judul buku anak-anak / remaja, dan 3 judul buku untuk dewasa. Data buku baru bisa dilihat di warta gereja yang terbit setiap minggunya. Buku-buku baru yang dibeli kebanyakan terbitan BPK Gunung Mulia dan Gramedia. Buku dan bahan pustaka di perpustakaan jumlahnya hanya 1 copy untuk masing-masing judul. Untuk buku anak-anak kadang-kadang beli 2 copy, dimana salah satunya disumbangkan untuk taman baca di Cililitan.
Untuk menjadi anggota perpustakaan GKI Kwitang prosesnya mudah dan sederhana, cukup dengan mengisi formulir dan membayar iuran Rp 10.000 per tahun, kita sudah dapat meminjam buku. Setiap kali peminjaman, anggota boleh meminjam 2 buku selama 2 minggu. Buku yang dipinjam boleh diperpanjang sebanyak 1 x untuk masa 2 minggu berikutnya. Bila ada anggota yang meminjam lebih lama dari yang ditentukan akan dikenakan denda sebesar Rp 1.000 (seribu rupiah) per minggu. Denda yang sangat murah ini membuat beberapa anggota perpustakaan tidak mengangap penting untuk mengembalikan buku dengan tepat waktu. Peminjaman ayng terlalu lama membuat kesempatan anggota lain untuk meminjam buku tersebut lebih kecil.
 “Buku-bukunya lumayan kok, mengikuti perkembangan jaman. Buku-buku populer juga ada. Banyak yang jadul juga sih.” Kata Erisa, seorang jemaat yang belum lama ini menjadi anggota perpustakaan menanggapi tentang buku-buku di perpustakaan GKI Kwitang.
Perpustakaan GKI Kwitang berdiri sekitar tahun 1980-an untuk melengkapi pelayanan dan pemberitaan kabar baik di GKI Kwitang. Saat ini perpustakaan ini dikelola oleh 3 orang pengurus dan 7 orang pengelola. Perpustakaan ini dibuka untuk jemaat dan simpatisan setiap hari Minggu, Kamis dan Sabtu. Hari-hari itu dipilih karena saat itulah sering ada kegiatan di gereja.
Dalam pertumbuhan dan perkembangannya, perpustakaan GKI Kwitang menghadapai beberapa masalah antara lain kurangnya tenaga pengelola dan tempat terbatas untuk menampung aneka pustaka. Keterbatasan tempat ini pula yang membuat perpustakaan membatasi pembelian buku baru dan tidak menerima sumbangan dari warga. Tugas pengelola perpustakaan antara lain mengklasifikasi buku, memberikan identitas buku (nomor induk, cap), menyampul buku dan melayani anggota yang mau meminjam dan mengembalikan buku. Jumlah 7 orang pengelola untuk 3 hari pelayanan seminggu itu tidaklah cukup untuk pelayanan yang optimal. Pengurus perpustakaan juga mengundang partisipasi jemaat untuk bergabung menjadi pengelola perpustakaan.
 “Harapannya ke depan mendapat ruangan lebih besar, majelis jemaat memberi perhatian lebih dan jemaat lebih tertarik untuk datang dan terlibat mengelola perpustakaan.” Kata Debby Pelenkahu, Ketua Komisi Kolportage dan Perpustakaan.
Selain bisa meminjam buku di perpustakaan, kita juga bisa membeli benda-benda pustaka di kolportage. Kolportage menjual buku-buku, tabloid, majalah, kaset, CD dan pernak-pernik rohani Kristen. Pelayanan kolportag eini dilakukan setiap hari Minggu pada saat jam kebaktian.{ST}

Tulisan ini dimuat di Majalah Suar Kasih edisi Juni 2011.

Syarat-syarat Kelengkapan Pemberkatan Nikah

Berikut ini syarat-syarat / kelengkapan Pemberkatan Nikah di GKI Kwitang:
  1. Mengikuti katekisasi pernikahan atau katekisasi pranikah. Dengan melampirkan surat keterangan telah mengikuti Bina Pernikahan. (katekisasi pernikahan dapat mengikuti di gereja lain yang mengadakannya).
  2. Setiap calon melengkapi surat-surat sebagai berikut: 
  • Fotokopi surat babtis dan sidi
  • Fotokopi KTP
  • Fotokopi akte kelahiran
  • Fotokopi kartu keluarga (KK) dan dilegalisir di kelurahan masing-masing.
  • Surat dari kelurahan: N1, N2, N4 (masing-masing)
  • Pas foto berdampingan ukuran 4 x 6 sebanyak 8 lembar untuk: 4 lembar untuk gereja, 4 lembar untuk catatan sipil.
  •  Mengurus surat ke catatan sipil.
  • Bagi yang bukan anggota jemaat GKI Kwitang, melampirkan surat dari gereja asal yang bersangkutan untuk menitipkan pemberkatan pernikahannya di GKI Kwitang.
  • Bagi yang bukan beragama Kristen, diminta untuk mengisi surat pernyataan yang terdapat dalam buku Katekisasi Pernikahan.
3. Percakapan dengan Majelis Lingkungan yang bersangkutan dengan menunjukkan kelengkapan surat-surat di atas, termasuk sertifikat / piagam / surat / pernyataan telah mengikuti Bina Pra-Nikah atau Katekisasi Pra-Nikah.

4. Menyerahkan kelengkapan surat-surat tersebut termasuk persetujuan Majelis Lingkungannya ke kantor gereja selambat-lambatnya sebulan sebelum pelaksanaan Pemberkatan Nikah untuk mendapat persetujuan Majelis dan akan diwartakan selama 3 minggu berturut-turut.

5. Bagi yang berprofesi sebagai TNI/Polisi harap menyertakan surat ijin menikah dari komandan / pimpinan kesatuannya masing-masing.

Komunitas Muda Soto Banjar


Tak jauh dari tempat wakil rakyat bersidang dan tidur siang, 9 orang yang akan selalu mengaku muda melahap soto tanpa bersuara. Mereka berkonsentrasi dengan mangkok putih berkuah di depan mereka itu. Sebelumnya....
“Cil, yang separo 3! Yang lain full! ”
“Soto yang ini yang paling enak di Jakarta....” Kata seorang yang merekomendasikan tempat ini.
“Kecap asin mana?”
“Sambel mana lah?”
“Ini kayanya enakan pake garam daripada kecap.”
“Cil, minta perkedel.”
“Cil, minta bawang goreng.”
Setelah proses meracik dan meramu sesuai selera, hampir semua mulut tidak ada yang bicara lagi. Sesekali masih terdengar....
“Nyaman banar lah....”
“Mantap ni.”
“Berasa pulang kampung.”
Selebihnya, mulut lebih banyak digunakan untuk mengunyah. Sendok-sendok bergerak naik turun sampai akhirnya ludeslah isi semua mangkok itu.
Si berry hitam juga sesekali menunjukkan kebolehannya untuk membuat orang-orang lain ngiler. Tercatat seorang ibu hamil dan seorang wanita nun jauh di Ternate sana harus menahan iler...hehehe....
Komunitas Muda Soto Banjar yang langsung bubar ini beranggotakan Kak Arai, Kak Nana, Alda, Yaya, Ana, Yoan, Lia dan Othe. Dan dari semuanya itu yang paling ganteng adalah Othe (gak ada pilihan lain). Orang yang paling ganteng inilah yang nraktir. Terima kasih yawww....Jangan kapok lhooo....{ST}

Sabtu, 16 Juli 2011

Kotak Putih Paket Berkat dan Bencana



            Kotak berwarna putih dan berbobot ringan ringan itu adalah paket lengkap berisi berkat dan juga bencana. Kotak ini tidaklah berisi bom, tetapi berisi makanan yang mengenyangkan. Dan macam mana pula ceritanya kotak putih itu bisa menjadi berkat tapi juga bencana?
            Bagi Bu Evi, seorang ibu bertubuh langsing yang suka memasak, kotak putih ini adalah berkat. Untuk menambah penghasilan keluarganya, Bu Evi setiap subuh memasak 200 porsi makanan yang dikemasnya dalam kotak-kotak putih yang ringan ini. Pada Pekan Raya Jakarta di bulan Juni-Juli yang lalu, masakan Bu Evi telah menjadi bagian dari perayaan akbar ini.
Bu Evi menjajakan sendiri masakannya dengan pendekatan yang akrab dan bisa ngutang (yang disukai oleh banyak orang). Selain dengan term of payment yang bisa dinego alias ngutang itu, masakan Bu Evi dikenal lebih enak dan lebih murah dibanding saingannya. Menurut Bu Evi, harga murah bisa didapat karena kemasan lebih murah, tempat beli bahan sudah langganan dan dia menjual makanannya sendiri, jadi tidak perlu membayar tenaga pemasar.
Kotak putih ringan itu ternyata harganya lebih murah dibandingkan kotak putih lain yang berbahan kertas dan bagian dalamnya harus menggunakan mika untuk tempat meletakkan nasi dan lauk-pauknya. Kotak putih ini juga konon kabarnya tidak pernah habis persediannya di pasar tempat Bu Evi belanja.
Kotak putih itu adalah kotak styrofoam.
            Seperti sudah diketahui, styrofoam adalah bahan yang sangat sulit diuraikan di alam. Beberapa tahun lalu, kabarnya styrofoam bahkan tidak akan pernah terurai di alam ini. Kehadirannya seakan menjadi bencana alam. Ada juga informasi yang menyebutkan styrofoam juga berbahaya bagi kesehatan dan membawa potensi kanker.
            Untuk beberapa orang dan komunitas yang peduli alam, penggunaan styrofoam telah tergantikan oleh bahan lain yang lebih ramah lingkungan. Orang-orang ini adalah orang-orang yang punya kepedulian dan melihat jauh ke depan, dan sebagian besar hidup berkecukupan.
            Bu Evi, sebagai seorang yang hidup di jaman ini, mungkin juga tahu tentang hal ini. Tetapi, sebagai pengusaha, ada hal lain lagi yang harus dipertimbangkan. Biaya serendah-rendahnya dan hasil setinggi-tingginya. Dari sisi usaha, bisa dimaklumi, kalau Bu Evi memilih styrofoam sebagai kemasan masakannya. Seperti kata-kata yang terangkai menjadi judul tulisan ini, kotak putih styrofoam itu adalah sebuah paket berisi berkat dan bencana sekaligus. Berkat bagi yang jualan, bencana bagi lingkungan. {ST}

Sarang Semut Kalimantan


            
          Saat ini telah dikenal manfaat sarang semut sebagai obat herbal. Sarang semut yang terkenal berasal dari Papua. Informasinya ada dimana-mana, tidak hanya di majalah yang membahas tanaman ataupun obat-obatan. Kalau tidak percaya, silahkan tanya Om Google.
Sarang semut di dalam umbi

            Dari sekian banyak informasi yang disajikan Google, kebanyakan menyebutkan sarang semut berasal dari Papua, pulau di timur negeri kita itu. Sedangkan, seperti kita semua tahu tapi mungkin tidak ngeh, semut itu ada di seluruh bumi ini. Populasi semut terbanyak memang berada di daerah tropis, seperti negeri kita, Indonesia ini.
"Lorong" bagian dalam sarang semut

            Sarang semut sebagai obat tradisional juga ada di Kalimantan. Khasiatnya telah lama dikenal turun temurun untuk menyembuhkan aneka penyakit. Khasiat sarang semut saya kutip dari berbagai sumber dengan pertolongan Om Google.
Sarang semut dalam gelas

           Cara menggunakannya: sarang semut diseduh dengan air panas, didiamkan sekitar 10 – 15 menit, diminum 2 x sehari. Rasanya sepet, hampir seperti teh. Warna airnya pun seperti teh. Saya juga mencoba meminum sarang semut ini karena merasakan salah satu keluhan di bawah ini.



Penyakit yang Dapat Disembuhkan oleh Sarang Semut

Secara empiris Sarang Semut telah terbukti dapat menyembuhkan beragam penyakit ringan dan berat, seperti kanker dan tumor, asam urat, jantung koroner, wasir, TBC, migrain, rematik dan leukemia.
Mengenai mekanisme kerja kandungan senyawa aktif Sarang Semut dalam mengobati berbagai penyakit tersebut memang masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. Beberapa penyakit yang bisa disembuhkan dan kemungkinan senyawa aktif yang berperan menaklukkan penyakit tersebut dijelaskan sebagai berikut.

Kanker dan Tumor
Jenis-jenis kanker dan tumor, baik jinak maupun ganas, yang dapat disembuhkan dengan Sarang Semut adalah kanker otak, kanker hidung, kanker payudara, kanker lever, kanker paru-paru, kanker usus, kanker rahim, kanker kulit, kanker prostat, serta kanker darah (leukemia), kecuali kanker tenggorokan dan rongga mulut.
Kemampuan Sarang Semut secara empiris untuk pengobatan berbagai jenis kanker/tumor tersebut diduga kuat berkaitan dengan kandungan flavonoidnya. Ada beberapa mekanisme kerja dari flavonoid dalam melawan tumor/kanker, misalnya inaktivasi karsinogen, antiproliferasi, penghambatan siklus sel, induksi apoptosis dan diferensiasi, inhibisi angiogenesis, dan pembalikan resistensi multi-obat atau kombinasi dari mekanisme-mekanisme tersebut.

Gangguan Jantung, Terutama Jantung Koroner
Hingga kini mekanismenya memang belum jelas, tetapi kemampuan Sarang Semut untuk pengobatan berbagai macam penyakit/gangguan jantung ada kaitannya dengan kandungan multi-mineral Sarang Semut, terutama kalsium dan kalium.

Stroke Ringan Maupun Berat
Pengobatan stroke kemungkinan sangat berkaitan dengan kandungan multi-mineral yang terkandung dalam Sarang Semut.

Ambeien (Wasir)
Kemampuan Sarang Semut untuk pengobatan ambeien (Wasir) berkaitan dengan kandungan flavonoid dan taninnya yang tinggi. Kedua golongan senyawa ini dalam beberapa penelitian memang sudah terbukti dapat mengobati wasir.

Benjolan-Benjolan Dalam Payudara
Yang dimaksud dengan benjolan-benjolan pada payudara adalah pembengkakan bukan tumor (non-neoplasma). Diduga kuat mekanisme penyembuhannya serupa dengan kasus tumor dan kanker, yaitu dengan mengandalkan kemampuan kandungan flavonoid yang terkandung dalam Sarang Semut.

Gangguan Fungsi Ginjal dan Prostat
Mekanisme pengobatan gangguan fungsi ginjal dan prostat kemungkinan ada kaitannya dengan kandungan antioksidan (flavonoid dan tokoferol) serta multi-mineral yang ada dalam Sarang Semut.

Haid dan Keputihan
Proses pengobatan untuk keputihan dan melancarkan haid ada kaitannya dengan kandungan flavonoid, tanin, dan multi-mineralnya, terutama kalsium dan seng.

Melancarkan Peredaran Darah
Kandungan antioksidan yang tinggi (tokoferol dan flavonoid) dan multi-mineral yang terkandung dalam Sarang Semut memiliki peranan penting dalam melancarkan peredaran darah.

Migrain (Sakit Kepala Sebelah)
Untuk pengobatan migrain berkaitan dengan fungsi kandungan flavonoid dan multi-mineral dalam Sarang Semut, khususnya kalsium, natrium, dan magnesium.

Penyakit Paru-Paru (TBC)
Pengobatan TBC terkait dengan peranan flavonoid yang terkandung dalam Sarang Semut yang berfungsi sebagai antivirus.

Rematik (Encok)
Ini terkait dengan kemampuan flavonoid sebagai inhibitor enzim xanthine oxidase dan antioksidan serta tokoferol sebagai antioksidan dan multi-mineral yang terkandung dalam Sarang Semut.

Gangguan Alergi Hidung, Mimisan, Bersin-Bersin
Senyawa-senyawa yang bertanggung jawab terhadap gangguan ini adalah antioksidan (tokoferol dan flavonoid) dan tanin.

Sakit Maag (Lambung)
Seperti halnya TBC, yang berperan dalam pengobatan maag adalah flavonoid yang terkandung dalam Sarang Semut sebagai antibakteri.

Manfaat Tambahan Sarang Semut
Selain telah terbukti secara empiris dapat menyembuhkan berbagai penyakit seperti tersebut di atas, Sarang Semut juga dapat digunakan untuk untuk melancarkan dan meningkatkan ASI, memulihkan gairah seksual, dan memulihkan serta menjaga stamina.

Melancarkan dan Meningkatkan ASI
Kandungan multi-mineral dari tumbuhan Sarang Semut diduga memiliki peranan yang penting dalam melancarkan dan meningkatkan produksi ASI, mempercepat proses pemulihan kesehatan ibu setelah melahirkan, dan memulihkan bagian kewanitaan (sari rapet).

Memulihkan Gairah Seksual
Kandungan antioksidan yang tinggi (tokoferol dan flavonoid) dan multi-mineral dari tumbuhan Sarang Semut diduga memiliki peranan yang penting dalam meningkatkan gairah seksual ini.

Memulihkan Stamina Tubuh
Kandungan antioksidan yang tinggi (tokoferol dan flavonoid) dan multi-mineral dalam tumbuhan Sarang Semut diduga memiliki peranan yang penting dalam memulihkan kesegaran dan stamina tubuh.
(Sumber: Buku "Gempur Penyakit dengan Sarang Semut" Penulis Dr. Ir. Ahkam Subroto, Hendro Saputro)

Obat alternatif lain dari Kalimantan : Pasak bumi.

Daripada daripada daripada.....

Daripada sedih lebih baik berbahagia.
Daripada salah terus ngetik risalah penting lebih baik ngetik yang gak penting tapi asik.


Dalam sebulan terakhir ini, banyak juga kok sesuatu yang menarik dan layak dicatat.

Daripada salah ketik mendingan posting tulisan di blog.
Daripada daripada daripada.....

Catatan: ini bukan puisi lhooooo......

Sepanjang Minggu Ini

          Hari ini, hari Sabtu yang sering disebut orang dengan akhir pekan atau akhir minggu, saat banyak orang lain bisa beristirahat dan bersantai. Tidak demikian halnya denganku. Mulai pagi sudah sibuk dengan aneka kegiatan. Tak cuma di hari ini. Dari hari awal minggu ini aneka kegiatan ikut menjadi bagian dari cerita hidup. Aneka kegiatan yang menguras tenaga, pikiran dan juga emosi.

          Minggu ini adalah minggu yang berat. Sebuah masalah menimpa. Sebuah masalah yang akarnya telah ada sekian lama tapi tak kunjung terselesaikan. Sebuah masalah yang membuat sangat lelah. Lelah jasmani masih bisa tertahan dan dengan mudah tersembuhkan. Lelah yang parah adalah lelah pikiran dan mental. Tubuh yang pernah selalu sok kuat ini akhirnya tumbang juga disertai derai air mata yang tanpa sadar menetes. Menyesali segala keadaaan yang seakan berjalan tidak dengan adil.

          Kalau mencoba memandang dari sudut lain, dari mata orang lain, mungkin ini bukanlah sebuah masalah sehingga orang lain itu bisa berbuat seenaknya dan semaunya karena merasa masih dalam daerah kekuasaannya. Sungguh pedih rasanya diperlakukan tidak adil tanpa bisa menggugat.

           Di tengah kegalauan itu, doa seorang yang kemerah-merahan, bermata indah dan berparas elok dari zaman silam tiba-tiba datang.

      Tuhan itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setianya.

      Tuhan itu adil dalam segala jalan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya.

      Tuhan itu dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan.

      Dan aku, seorang yang kecewa itu, adalah orang yang berseru kepada-Nya, dalam mencoba sekuat tenaga untuk setia. Setia pada ajaran dimana mengasihi sesama sama pentingnya dengan mengasihi Tuhan. {ST}

Kamis, 07 Juli 2011

Do I Choose To Reuse Everyday?

          
  Saat seorang teman mengganti profile picture di facebook dengan foto di atas, rasanya biasa saja. Saat 2 orang yang mengganti dengan gambar yang sama, akhirnya tertarik juga pingin tau apakah gerangan itu?
            Tulisan paling besarnya adalah “i choose to reuse everyday”. Wah oke banget nih. Go green banget judulnya, apalagi warnanya pun hijau. Rasanya ikut-ikutan tersenyum bangga ketika mencatat di kertas bekas yang dijadikan buku catatan. I choose to reuse everyday. I do. I did and I will.
            Dengan kepala sedikit dimiringkan ke kiri, terbaca tulisan lain “Plastic Bag-free Day”. Nah tulisan ini nih yang agak mengganggu hati nurani. Sebagai pengusaha kecil yang menjual sendiri barang dagangannya, plastic bag alias kantong plastik juga menjadi bagian dari barang dagangan. Untuk beberapa barang yang langsung dikenakan oleh pembelinya –seperti gelang, kalung atau topi- memang tidak diperlukan kantong plastik. Tapi, untuk beberapa barang lainnya, pembeli pasti meminta kantong plastik.
            Sebagai pembeli, saya usahakan sebisa mungkin tidak menggunakan kantong plastik. Semua yang dibeli sebisanya dimasukkan ke tas atau ditenteng, yang penting ada bukti pembeliannya. Atau minimal sama-sama tau deh barangnya sudah dibayar lunas.
            Sebagai penjual, kampanye tanpa kantong plastik agak susah dijalankan. Sudah umum terjadi di negeri ini kalau ada transaksi, ada pula kantong plastik.
            Tanggal 3 Juli 2011 yang lalu, saya mencoba ikutan kampanye tanpa kantong plastik ini. Seorang yang membeli topi lebar dari rotan saya sarankan untuk memakainya saja dan ternyata dia memakai topinya lho....Lumayanlah percobaannya berhasil. Lumayan juga ada model gratisan.
            Percobaan pertama itu belum tentu artinya kampanye ini berhasil. Di percobaan kedua saat ada yang membeli gelang manik-manik cukup banyak dan meminta kantong, saya memberikan tanpa komentar sambil tetap  tersenyum penuh terima kasih atas omset yang datang.
            Dalam saat-saat seperti itu, rasanya agak terganggu juga mau jadi orang yang sok ‘go green’ dan ikutan aneka komunitas yang katanya peduli lingkungan. Demi omset. Timbullah pemikiran untuk menggunakan bahan lain sebagai bahan kantong / pembungkus. Bahannya apa? Masih dipikirkan. Nantikan kabar selanjutnya....
Do I Choose To Reuse Everyday? Hmmmm.....
{ST}

Minggu, 03 Juli 2011

Pemalaknya Adalah.....


Pekan Raya Jakarta sebagai hajatan ibukota yang sangat didukung pemerintah daerah dengan aneka promosi membuat jutaan orang datang mengunjunginya. Kunjungan orang-orang ke sana menggunakan banyak kendaraan, entah itu kendaraan umum ataupun kendaraan pribadi. Dampaknya adalah tempat parkir yang penuh. Area parkir sebelah dalam yang kalau pagi terlihat luas, hampir tidak terlihat tempat kosong di sore harinya. Kendaraan umumpun memasang tarif tinggi, mulai dari ojek, bajay bahkan taksi yang seharusnya dibayar sesuai dengan yang tertera di argometer.
Parkir kendaraan di luar area JIExpo menjadi salah 1 solusi bagi yang membawa kendaraan. Pilihan ini menjadi peluang bisnis untuk orang di sekitar wilayah tersebut. Tetapi kadang-kadang, kalau pengunjung datang di sore menjelang malam hari, tempat parkir tidak lagi menjadi pilihan pengguna kendaraan. Kendaraan sengaja diarahkan ke pinggir jalan yang telah dijadikan tempat parkir.
Dengan motor besar polisi yang menutup jalan masuk ke area parkir, pengunjung pastilah mengira kalau pengaturan ini memang didukung oleh aparat keamanan. Begitu pula yang aku pikirkan ketika  mau berbelok ke jalan masuk yang telah berkali-kali kulewati. Aku mengikuti arah yang ditunjuk pak polisi menuju tengah jalan (dekat median jalan), untuk parkir di sana. Maka akupun mengarahkan mobil saya, si Mocil untuk parkir di situ.
Yang mengagetkan adalah hal-hal yang terjadi kemudian. Sesaat setelah turun dari mobil, seseorang dengan pakaian Pemuda Pancasila datang menghampiri.
“Bayar parkirnya sekarang ya...” Kata orang berpakaian oranye itu.
Aku menyiapkan uang 5 ribuan dan 10 ribuan. 5 ribuan untuk standard parkir pinggir jalan yang sudah tergolong tinggi. 10 ribuan kalau ternyata bayar parkirnya sama dengan di sebelah dalam, 15 ribu, kan tinggal tambahin.
“Bayarnya 25 ribu. Sama kaya di dalam. Ini ada karcisnya!” Orang berpakaian Pemuda Pancasila itu kembali berkata.
“Nggak kok, di dalam 15 ribu. Saya sering ke sini.” Saya tetap bertahan dengan harga resmi sambil menunjukkan kartu pass masuk yang sebenarnya malah tidak harus bayar.
“Parkirnya 25 ribu.” Katanya lagi.
“Bohong kalo sama kaya di dalam. Yang lain pada kena tipu donk?” Aku berkata dengan kesal. Rasanya sangat kesal sampe mau nangis.
“Mau bayar ato nggak?” Orang itu kembali bertanya dengan menyebalkan.
Aku yang harus datang karena sebuah tanggung jawab tidak punya pilihan lain selain membayar parkir dan meninggalkan si Mocil di situ. Sembari membayar dan menunggu uang kembalian, aku mengamati karcis kuning yang diberikan orang tadi dan ternyata.....tidak ada tuh keterangan angka harus membayar 25 ribu.
Setelah transaksi yang dilakukan dengan tidak rela itu, aku melangkah gontai menuju ke JIExpo. Sengaja kupilih melewati area parkir yang tidak terlalu ramai dibandingkan dengan pinggir jalan yang hiruk pikuk. Dan ternyata, area parkir itu banyak yang kosong. Rasa jengkel kembali muncul. Kaki pegal karena berjam-jam bersahabat dengan kopling menjadi bertingkah dan menendang-nendang batu kecil yang tergeletak.
Pengalaman itu tidak seberapa. Ternyata ada juga pengunjung yang harus merelakan uang sebesar 35 ribu untuk parkir di tempat yang sangat jauuuuuhhhh...(ini pengakuan orangnya sendiri lhoooo...ngomongnya sampai agak monyong saking jauhnya.)
Pemalakan di tempat parkir ini terlihat seperti terorganisir dan dilindungi oleh oknum aparat. Pengarahan kendaraan ke tempat parkir yang jauh tapi mahal itu belum tentu menjadi pemasukan bagi penyelenggara. Semoga makin hari makin baik deh Jakarte. {ST}

Sabtu, 02 Juli 2011

Kemayoran, Negeri Kerak Telor


            Selama sebulan dalam setahun, yaitu pertengahan Bulan Juni sampai pertengahan Bulan Juli, sedang ada hajatan besar di daerah Kemayoran. Pekan Raya Jakarta yang dulunya ada di sekitar Monas telah bertahun-tahun pindah lokasi ke daerah ini.
            Untuk memeriahkan acara ini, maka para penjual makanan khas Betawi juga berkumpul di daerah ini. Jumlahnya? Ratusan. Hampir tidak terhitung. Para penjual kerak telor dengan pikulan mangkal di sepanjang jalan dengan jarak yang cukup dekat. Makin mendekat ke area pekan raya, maka makin dekatlah jarak antar penjual kerak telor. Kadang-kadang tidak sampai 1 meter dan harus ‘parkir miring’, saking rapatnya.
            Dari obrolan singkat dengan beberapa penjual kerak telor, mereka banyak yang tidak berasal dari Jakarta. Pekan Raya Jakarta adalah magnet bagi para penjual kerak telor. Daya tarik ini dilihat sebagai peluang bisnis oleh ‘pengelola’ daerah situ. Makin dekat ke pusat keramaian, maka pungutan makin besar. Pungutan apa? Entahlah namanya pungutan apa, dibilang liar juga tidak tepat karena pungutan seperti itu telah terpelihara bertahun-tahun.
            Yang jelas, selama PRJ berlangsung, Kemayoran menjadi negeri kerak telor, dimana para penjual kerak telor adalah warga negaranya dan orang-orang lain adalah turis. {ST}

Lori...Lori....Lori....


“Lori....lori....lori....” Serombongan abang-abang berseru saat mobil-mobil mendekat ke pintu masuk. Seruannya dengan nada yang sama seperti “akua...akua...akua...” di bis kota.
Tau apa yang dimaksud dengan lori oleh mereka?
Lori yang dimaksud oleh mereka adalah papan datar yang di bawahnya ada rodanya dan ada tali penarik atau tiang untuk mendorong. Gunanya untuk membawa barang-barang berat, bisa dengan ditarik atau didorong. Beberapa orang menyebutnya juga dengan troli walau bentuknya berbeda dengan yang di supermarket. Lagipula kata ‘troli’ kalau diulang-ulang akan membuat lidah kepelintir, maka kata lori yang lebih banyak terdengar.
Sebagai pengusaha kecil yang menjajakan barang dengan cara ikut pameran dimana-mana, aku selalu bertemu abang-abang lori. Jumlah mereka membludak pada saat masuknya barang dan saat bubaran pameran. Hampir mirip seperti ojek payung, yang hanya ada ketika hujan.
Untuk pameran yang memakan waktu cukup lama, seperti Pekan Raya Jakarta yang lamanya hampir 5 pekan, abang-abang troli tetap siaga untuk mendapatkan pengguna jasa. PRJ yang selalu ramai dikunjungi orang pasti membuat vendor yang ikut meramaikannya harus mengisi ulang barang dagangannya. Begitu pula dengan pembeli barang yang membawa pulang belanjaan berat dan besar-besar. Peluang inilah yang dilihat abang-abang lori ini. Mereka tetap mangkal di depan pintu khusus loading barang dengan lorinya.

Tarif penggunaan lori bervariasi, tergantung lokasi dan lamanya pameran. Untuk pameran 3 hari di tempat yang "biasa saja", abang lori mau dibayar ceban (10 ribu rupiah). Untuk daerah cukup bergengsi seperti JCC dan JIExpo, abang lori bisa membuka penawaran jasanya di angka 30 ribu. Harga ini masih bisa dinego tergantung letak jauh dekatnya stand dan jumlah barang yang dibawa.
Tarif sewa lori itu sudah termasuk angkat barang dan menatanya di atas lori, membawanya ke tempat tujuan, sampai meletakkan barang-barang di tempat tujuan. Pekerjaan-pekerjaan ini perlu pengawasan khusus, karena ada beberapa abang lori yang memperlakukan semua barang dengan sama rata, seperti karung beras. Barang-barang dengan resiko patah atau rusak harus diberitahukan di awal sebelum si abang berinisiatif mengangkat dan membantingnya.
Untuk menghemat pengeluaran supaya tidak menyewa lori lebih dari 1, maka barang-barang pameran sebagian dimasukkan dalam koper yang ada rodanya. Koper beroda juga adalah lori. Maka kalau aku bisa menata barang dengan cepat, terbukalah peluang untuk menjajakan lori. “Lori....lori....lori....” {ST}

Popular Posts

Isi blog ini